Sistem Pendidikan Kedokteran Perlu Diperkuat demi Mendorong Transformasi Kesehatan Global

Minggu, 22 Januari 2023 - 18:12 WIB
loading...
Sistem Pendidikan Kedokteran Perlu Diperkuat demi Mendorong Transformasi Kesehatan Global
Pembukaan AAHCI Southeast Asia Regional Meeting 2023 di Hotel Aryaduta, Badung, Bali. Kegiatan tersebut berlangsung 11-12 Januari 2023. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pendidikan kedokteran merupakan hulu dalam upaya pembangunan sistem kesehatan global. Transformasi sistem pendidikan dan proses pembelajaran memegang peranan yang amat penting dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang optimal. Diperlukan penguatan sektor hulu demi mewujudkan cita-cita tersebut.

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sebagai regional office untuk The Alliance of Academic Health Centers International (AAHCI) wilayah Asia Tenggara kembali menyelenggarakan AAHCI Southeast Asia Regional Meeting 2023 pada tanggal 11-12 Januari 2023 di Hotel Aryaduta, Badung, Bali. Ini merupakan pertemuan regional keempat yang diselenggarakan oleh FKUI sejak penunjukannya sebagai AAHCI Southeast Asia Regional Office pada 2018.

AAHCI merupakan aliansi institusi pendidikan kedokteran dunia yang menjadi bagian dari The Alliance of Academic Health Centers (AAHC), organisasi nonprofit berbasis di Amerika Serikat yang berfokus pada kesejahteraan dan kesehatan komunitas. AAHCI memiliki misi untuk mengembangkan seluruh potensi setiap institusi kesehatan dunia dalam mewujudkan stabilitas kesehatan global melalui optimalisasi sistem pendidikan, pelayanan kesehatan, dan penelitian. Hal tersebut kemudian diharapkan mampu memperkuat mekanisme adaptasi dan transformasi anggota AAHCI dalam menghadapi perubahan sistem pelayanan kesehatan yang turut melibatkan advokasi, kepemimpinan, penyusunan kebijakan, dan pengambilan keputusan di bidang kesehatan.

Mengusung tema "Partnership for Preparedness: Improving Response and Recovery in the Southeast Asia Region and Globally”, pertemuan ini diharapkan mampu menjadi media diskusi untuk membahas isu prioritas dan tantangan potensial di bidang pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan secara global, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Seluruh anggota AAHCI dapat saling bertukar pikiran serta gagasan mengenai respons dan bentuk kolaborasi regional maupun global yang akan diambil dalam menghadapi isu-isu tersebut. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir solusi strategis yang melibatkan kolaborasi antar anggota AAHCI dalam mendukung transformasi kesehatan global melalui penguatan sistem pelayanan dan pendidikan kedokteran.

Pertemuan dibuka oleh Rektor Universitas Indonesia yang diwakili oleh Sekretaris Universitas, Universitas Indonesia (UI), dr. Agustin Kusumayati, M.Sc, Ph.D. Melalui sambutannya, dr. Agustin yang saat ini juga menjabat sebagai Presiden Asia Pacific Academic Consortium for Public Health (APACPH) ini mengatakan, “Pertemuan ini kembali menegaskan posisi dan komitmen UI untuk terus menjadi institusi terbaik di tingkat nasional, regional, bahkan global. Salah satu kunci untuk mendukung tujuan tersebut adalah dengan berkolaborasi dan bekerja bersama. Saya berharap pertemuan ini mampu menjadi media yang tepat dalam melahirkan ide serta rekomendasi terbaik dalam menunjang kemajuan kesehatan secara global.”

Pertemuan AAHCI Southeast Asia Regional Meeting 2023 yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan 27 pakar sebagai pembicara dan fasilitator yang berasal dari sejumlah negara anggota AAHCI. Pada hari pertama diisi dengan Keynote Presentation yang menghadirkan Chancellor dari the University of Arkansas for Medical Sciences (UAMS), Amerika Serikat, Cam Patterson, M.D, M.B.A. Sesi ini difasilitasi Chief Academic Officer, Association of American Medical Colleges (AAMC), Amerika Serikat, Alison J. Whelan, MD.

Topik selanjutnya pada hari pertama adalah Infectious Disease Threats in the 21st Century: Preparedness and Response yang difasilitasi oleh Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FKUI dr. Anis Karuniawati, Ph.D, Sp.MK(K), dan menghadirkan pembicara yaitu Kristine Patterson, MD, Associate Professor of Infectious Disease dari The University of Arkansas for Medical Science (UAMS), Amerika Serikat; dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis, M.Ked(Ped), Sp.A, Ph.D Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara; Pattarachai Kiratisin, MD, Ph.D, Vice President for Research dari Mahidol University, Thailand; dan Marissa Alejandria, MD, MSc, Associate Dean, College of Medicine, University of the Philippines.

Dilanjutkan dengan topik Academic Health Centers and Urban Health yang menghadirkan Fellow and Past President dari National Academy of Sciences Sri Lanka, K. Locana Gunaratna, AA Dipl (London), MCP (Harvard), PhD (Colombo) sebagai pembicara.

Pada hari kedua, dilangsungkan Keynote Presentation dari Vice President and Dean, School of Health Professions, Eastern Virginia Medical School (EVMS) Amerika Serikat, Donald Combs, Ph.D, FSSH yang dilanjutkan dengan topik Residency Programs: The Importance of Identity Formation and Growth yang difasilitasi oleh Direktur International Relations, Yong Loo Lin School of Medicine, National University of Singapore, Singapura, Koh Dow Rhoon, MD, Ph.D. Para pembicara pada sesi ini adalah Dr. Achmad Chusnu Romdhoni., dr., Sp.THT-KL(K)., FICS Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga; Malcolm Mahadevan, MBBS, FRP, FRCSEd, MHPE, FAMS dari National University Health System (NUHS) Residency Programme, NUS, Singapura; dan Sawsan Abdel-Razig, MD, FACP, MEHP dari Cleveland Clinic Abu Dhabi, Uni Emirates Arab.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1467 seconds (10.177#12.26)