Denny JA Luncurkan Buku The Power of Silence, Ceritakan Perjalanan Batin Melalui Lukisan
Senin, 30 Januari 2023 - 12:09 WIB
loading...
A
A
A
Karena itulah, untuk memuaskan batinnya, ia menambahkan goresan tangan. “Harus ada goresan dari tangan saya sendiri, dengan tarikan dan getaran batin saya, dengan olahan warna ramuan saya sendiri, hanya dengan sentuhan personal seperti itu, imajinasi saya soal lukisan terpuaskan,” sambungnya.
Lalu, sebelum membuat serial lukisan, Denny pun merasa harus menjawab dan menuntaskan tiga perkara. Pertama, bisakah ia mengklaim lukisan yang dibantu berbagai aplikasi lukisan ini sebagai karya pribadi?
Kedua, di mana beda dan differensi lukisannya dibanding orang lain yang menggunakan aplikasi lukisan yang sama. Dan Ketiga, karakter apa yang ingin ia tampilkan dalam lukisan itu?
Ketiga hal itu pun ia jawab dengan detil melalui pengantar yang ia tulis di buku “The Power of Silence, 73 Lukisan Spiritual Denny JA”.
Buku setebal 116 halaman ini berisi 73 karya lukisan Denny JA yang dibantu dengan AI dan mengangkat tema spiritualitas dalam keheningan.
Keunikan karya terbarunya ini pun mengundang perhatian dari tiga kurator dan pengamat seni rupa kawakan di tanah air. Mereka adalah Agus Dermawan T, Bambang Asrini Widjanarko, dan Frigidanto Agung.
Dalam komentarnya di buku tersebut, Penulis Seni Rupa, Bambang Asrini Widjanarko mengutip tesis Walter Benjamin yang menyoroti hadirnya teknologi yang mengubah sejarah lukisan.
“Sebelum masuknya teknologi, lukisan benar- benar menjadi karya personal. Lalu hadirlah mesin yang bisa mencetak lukisan dan poster secara masif,” ujarnya.
Dunia lukisan pun berubah dengan ditemukannya alat atau mesin untuk mereproduksi instrumen visual via pencetakan, print-making atau fotografi.
Kemudian proses foto-mekanik juga serta elektrik yang secara serius mengubah paras dan keberadaan karya seni secara filosofis sekaligus praktik penciptaannya.
“Hingga di masa kini datang aplikasi Artificial Intelligence yang ikut diperkenalkan Denny JA di dunia lukisan. Dunia lukisan memang sudah berubah,” tulis Bambang.
Sementara itu, Agus Dermawan T mendeskripsikan beberapa karya lukisan Denny JA.
Tulis Agus, di satu lukisan, Denny menggubah pemandangan sungai yang melintas di bawah dua planet bercahaya. Sungai yang mengalir tenang ke muara itu digambarkan berbinar-binar dengan kemilau keemasan.
“Di tepian sungai yang ditumbuhi pepohonan, muncul patung wajah Budha. Dengan mata terkatup dan raut yang bijak Sang Budha digambarkan bertutur, ‘Three things you can’t hide: the Sun, the Moon, and the Truth’,” tulisnya.
Lalu, sebelum membuat serial lukisan, Denny pun merasa harus menjawab dan menuntaskan tiga perkara. Pertama, bisakah ia mengklaim lukisan yang dibantu berbagai aplikasi lukisan ini sebagai karya pribadi?
Kedua, di mana beda dan differensi lukisannya dibanding orang lain yang menggunakan aplikasi lukisan yang sama. Dan Ketiga, karakter apa yang ingin ia tampilkan dalam lukisan itu?
Ketiga hal itu pun ia jawab dengan detil melalui pengantar yang ia tulis di buku “The Power of Silence, 73 Lukisan Spiritual Denny JA”.
Buku setebal 116 halaman ini berisi 73 karya lukisan Denny JA yang dibantu dengan AI dan mengangkat tema spiritualitas dalam keheningan.
Keunikan karya terbarunya ini pun mengundang perhatian dari tiga kurator dan pengamat seni rupa kawakan di tanah air. Mereka adalah Agus Dermawan T, Bambang Asrini Widjanarko, dan Frigidanto Agung.
Dalam komentarnya di buku tersebut, Penulis Seni Rupa, Bambang Asrini Widjanarko mengutip tesis Walter Benjamin yang menyoroti hadirnya teknologi yang mengubah sejarah lukisan.
“Sebelum masuknya teknologi, lukisan benar- benar menjadi karya personal. Lalu hadirlah mesin yang bisa mencetak lukisan dan poster secara masif,” ujarnya.
Dunia lukisan pun berubah dengan ditemukannya alat atau mesin untuk mereproduksi instrumen visual via pencetakan, print-making atau fotografi.
Kemudian proses foto-mekanik juga serta elektrik yang secara serius mengubah paras dan keberadaan karya seni secara filosofis sekaligus praktik penciptaannya.
“Hingga di masa kini datang aplikasi Artificial Intelligence yang ikut diperkenalkan Denny JA di dunia lukisan. Dunia lukisan memang sudah berubah,” tulis Bambang.
Sementara itu, Agus Dermawan T mendeskripsikan beberapa karya lukisan Denny JA.
Tulis Agus, di satu lukisan, Denny menggubah pemandangan sungai yang melintas di bawah dua planet bercahaya. Sungai yang mengalir tenang ke muara itu digambarkan berbinar-binar dengan kemilau keemasan.
“Di tepian sungai yang ditumbuhi pepohonan, muncul patung wajah Budha. Dengan mata terkatup dan raut yang bijak Sang Budha digambarkan bertutur, ‘Three things you can’t hide: the Sun, the Moon, and the Truth’,” tulisnya.
Lihat Juga :