Top! ITS Naik 50 Peringkat Kampus Terbaik Dunia Versi Webometrics 2023
Jum'at, 03 Februari 2023 - 11:29 WIB
loading...
A
A
A
Parameter ini dinilai melalui perangkat lunak Search Engine Optimization (SEO) Ahref dan Majestics, Impact memiliki bobot penilaian terbesar. “Bobotnya sebesar 50 persen dan ITS naik 38 posisi,” tambahnya.
Dosen Departemen Teknik Informatika ITS ini memaparkan, peningkatan kualitas pemberitaan institusi menjadi strategi dalam peningkatan indikator Impact. Selain itu, sentralisasi manajemen serta pemutakhiran informasi pada website ITS dilakukan demi menjamin informasi yang disajikan selalu terkini.
Tak hanya kualitas informasi, keamanan website juga ditingkatkan. “Untuk mereduksi adanya broken links dan tindakan kriminal siber,” ungkap Yuhana.
Sementara itu, Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany mengatakan bahwa pada indikator Openness, ITS berhasil menduduki peringkat 1.073 dari sebelumnya duduk pada posisi 1.234. Aspek tersebut menilai jumlah sitasi dari afiliasi peneliti dengan perguruan tinggi yang dinilai melalui profil Google Scholar.
Perhitungan profil adalah 310 profil teratas dengan pengurangan 30 profil pertama. Ia menuturkan bahwa hasil pemeringkatan ini membuktikan kualitas para peneliti ITS. “Kompetensi para peneliti sudah setara dan mumpuni, terutama yang masuk 310 teratas,” tuturnya.
Taufany menyampaikan bahwa indikator Excellence juga mengalami peningkatan dari peringkat 1.959 ke 1.933. Pada indikator ini, Webometrics menghitung jumlah artikel yang disitasi pada database Scimago untuk artikel yang terbit selama lima tahun (2017 - 2021).
Dosen Departemen Teknik Informatika ITS ini memaparkan, peningkatan kualitas pemberitaan institusi menjadi strategi dalam peningkatan indikator Impact. Selain itu, sentralisasi manajemen serta pemutakhiran informasi pada website ITS dilakukan demi menjamin informasi yang disajikan selalu terkini.
Tak hanya kualitas informasi, keamanan website juga ditingkatkan. “Untuk mereduksi adanya broken links dan tindakan kriminal siber,” ungkap Yuhana.
Sementara itu, Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany mengatakan bahwa pada indikator Openness, ITS berhasil menduduki peringkat 1.073 dari sebelumnya duduk pada posisi 1.234. Aspek tersebut menilai jumlah sitasi dari afiliasi peneliti dengan perguruan tinggi yang dinilai melalui profil Google Scholar.
Perhitungan profil adalah 310 profil teratas dengan pengurangan 30 profil pertama. Ia menuturkan bahwa hasil pemeringkatan ini membuktikan kualitas para peneliti ITS. “Kompetensi para peneliti sudah setara dan mumpuni, terutama yang masuk 310 teratas,” tuturnya.
Taufany menyampaikan bahwa indikator Excellence juga mengalami peningkatan dari peringkat 1.959 ke 1.933. Pada indikator ini, Webometrics menghitung jumlah artikel yang disitasi pada database Scimago untuk artikel yang terbit selama lima tahun (2017 - 2021).
Lihat Juga :