Suka Matematika? Kenalan dengan Prodi Business Mathematics yang Punya Peluang Kerja Luas
Jum'at, 03 Februari 2023 - 18:57 WIB
loading...
A
A
A
Alexander menjelaskan, prospek kerja lulusan Business Mathematics itu sangat luas dan sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Misalnya saja menjadi seorang aktuaris yang banyak dicari perusahaan asuransi. "Bahkan perbankan juga butuh aktuaris untuk menghitung risiko keuangan," ujarnya.
Lulusannya juga tidak hanya berpeluang menjadi aktuaris. Namun juga sebagai Data Scientist, Quantitative Analyst, Investment Banking Analyst, Supply Chain Analyst, Operations Research Analyst, Management Analyst, Market Research Analyst, dan sebagainya.
"Mereka bisa bekerja di OJK, banking, hingga sekuritas. Lalu tidak juga hanya menjadi analis namun bisa juga menjadi konsultan. Jadi semua yang membutuhkan kemampuan analitik itu kita bisa masuk," terangnya.
Sementara Dekan Sekolah STEM Terapan Universitas Prasetiya Mulya Stevanus Wisnu Wijaya mengatakan, proses pembelajaran yang integratif dan berbasis kasus nyata mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja. Data menunjukkan bahwa lebih dari 80 % lulusan dari kampusnya mendapatkan pekerjaan kurang dari 6 bulan setelah lulus.
"Melalui pendekatan Collaborative Learning by Enterprising yang menekankan pembelajaran inovatif dan bersifat kolaboratif terbukti mampu menghasilkan lulusan yang memenuhi prasyarat kerja di industri pengguna," ujarnya.
Baca juga: Top! ITS Naik 50 Peringkat Kampus Terbaik Dunia Versi Webometrics 2023
Lulusannya juga tidak hanya berpeluang menjadi aktuaris. Namun juga sebagai Data Scientist, Quantitative Analyst, Investment Banking Analyst, Supply Chain Analyst, Operations Research Analyst, Management Analyst, Market Research Analyst, dan sebagainya.
"Mereka bisa bekerja di OJK, banking, hingga sekuritas. Lalu tidak juga hanya menjadi analis namun bisa juga menjadi konsultan. Jadi semua yang membutuhkan kemampuan analitik itu kita bisa masuk," terangnya.
Sementara Dekan Sekolah STEM Terapan Universitas Prasetiya Mulya Stevanus Wisnu Wijaya mengatakan, proses pembelajaran yang integratif dan berbasis kasus nyata mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja. Data menunjukkan bahwa lebih dari 80 % lulusan dari kampusnya mendapatkan pekerjaan kurang dari 6 bulan setelah lulus.
"Melalui pendekatan Collaborative Learning by Enterprising yang menekankan pembelajaran inovatif dan bersifat kolaboratif terbukti mampu menghasilkan lulusan yang memenuhi prasyarat kerja di industri pengguna," ujarnya.
Baca juga: Top! ITS Naik 50 Peringkat Kampus Terbaik Dunia Versi Webometrics 2023
Lihat Juga :