Film Nasional Kembali Wakili Indonesia di Festival Kelas Dunia
Minggu, 05 Februari 2023 - 14:27 WIB
loading...
Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid. Foto/YouTube @BudayaSaya.
A
A
A
JAKARTA - Tujuh karya sinema pendek Indonesia secara membanggakan tercatat ikut serta pada ajang Clermont Ferrand International Short Film Festival 2023, di Paris, Prancis. Tiga film pendek di antaranya merupakan jebolan kompetisi produksi yang digelar Kemendikbudristek berjudul Ride to Nowhere (tahun 2021), Toya dan Roh Seninya (tahun 2022), serta Teh Tawar untuk Akong (Tahun 2022).
Sedangkan judul film pendek lainnya yakni Dancing Colors, Bawang Merah Bawang Putih, Jamal, dan Nusa Antara. Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid mengatakan kemampuan film-film nasional yang unjuk gigi di pentas internasional dapat memacu pihaknya untuk terus memperkuat ekosistem perfilman Indonesia.
“Kita lihat saat ini, selalu muncul produksi film-film berbobot dan mengedukasi dari para sineas di tanah air. Di sini, pemerintah (Kemendikbudristek) akan berupaya memfasilitasi sineas itu agar dapat menuangkan pemikiran kreatifnya,” ujar Hilmar, melalui siaran pers, Minggu (5/2/2023).
Baca juga: Indonesia Jadi Negara dengan Film Terbanyak yang Terpilih di IFFR 2023 Belanda
Kemudian, lanjut Hilmar, andilnya karya sinema Indonesia dalam festival internasional membuktikan kualitas film Indonesia setara hebatnya dengan negara lain yang telah berpengalaman memproduksi filmnya.
Hilmar menuturkan, partisipasinya film pendek pada kancah dunia berpengaruh besar dalam menunjukkan karakter Indonesia sebagai bangsa kaya budaya dan etika masyarakatnya kepada negara-negara di dunia melalui karya seni.
“Saya apresiasi semangat sineas Indonesia untuk kontribusi karya berkualitasnya meski kita semua beberapa tahun terakhir diuji situasi pandemi Covid-19. Ternyata kegigihan memberi karya hebat yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat Internasional selalu berkobar,” ucap Hilmar.
Sedangkan judul film pendek lainnya yakni Dancing Colors, Bawang Merah Bawang Putih, Jamal, dan Nusa Antara. Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid mengatakan kemampuan film-film nasional yang unjuk gigi di pentas internasional dapat memacu pihaknya untuk terus memperkuat ekosistem perfilman Indonesia.
“Kita lihat saat ini, selalu muncul produksi film-film berbobot dan mengedukasi dari para sineas di tanah air. Di sini, pemerintah (Kemendikbudristek) akan berupaya memfasilitasi sineas itu agar dapat menuangkan pemikiran kreatifnya,” ujar Hilmar, melalui siaran pers, Minggu (5/2/2023).
Baca juga: Indonesia Jadi Negara dengan Film Terbanyak yang Terpilih di IFFR 2023 Belanda
Kemudian, lanjut Hilmar, andilnya karya sinema Indonesia dalam festival internasional membuktikan kualitas film Indonesia setara hebatnya dengan negara lain yang telah berpengalaman memproduksi filmnya.
Hilmar menuturkan, partisipasinya film pendek pada kancah dunia berpengaruh besar dalam menunjukkan karakter Indonesia sebagai bangsa kaya budaya dan etika masyarakatnya kepada negara-negara di dunia melalui karya seni.
“Saya apresiasi semangat sineas Indonesia untuk kontribusi karya berkualitasnya meski kita semua beberapa tahun terakhir diuji situasi pandemi Covid-19. Ternyata kegigihan memberi karya hebat yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat Internasional selalu berkobar,” ucap Hilmar.
Lihat Juga :