Manfaat MOOC Pintar, Pelatihan Kurikulum Merdeka Kemenag Efisiensi Anggaran Ratusan Miliar
Senin, 06 Februari 2023 - 09:06 WIB
loading...
Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Suyitno saat Rakernas di Surabaya. Rakernas berlangsung dua hari, 4-5 Februari 2023. Foto/Dok/Kemenag
A
A
A
JAKARTA - Penyelenggaraan pelatihan dengan menggunakan teknologi akan menjadi prioritas Kementerian Agama di masa mendatang. Sebab, di samping bisa melayani masyarakat dalam jumlah yang sangat massif, juga tidak membutuhkan anggaran besar.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Suyitno di sela-sela Rakernas di Surabaya. Rakernas berlangsung dua hari, 4 - 5 Februari 2023.
Baca juga: 20.351 Peserta Ikuti Pelatihan Kurikulum Merdeka Melalui MOOC Pintar
Menurutnya, ASN (Aparatur Sipil Negara) Kementerian Agama sangat banyak, jumlahnya sekitar 237 ribu. Jika ditambah PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dan masyarakat yang membantu tugas Kementerian Agama, jumlahnya bahkan hampir 1.8 juta. Fakta ini menuntut adanya layanan yang juga sangat besar.
"Tidak mungkin mereka dilayani secara reguler, tatap muka. Pelayanan manual ini jangkauannya kecil, sedikit, lambat, dan terbatas. Harus kita tinggalkan," tuturnya.
"Harus ada teknologi untuk membantu melayani mereka," tambahnya.
Baca juga: Pendaftaran KIP Kuliah 2023 Segera Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Hal ini disampaikan Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Suyitno di sela-sela Rakernas di Surabaya. Rakernas berlangsung dua hari, 4 - 5 Februari 2023.
Baca juga: 20.351 Peserta Ikuti Pelatihan Kurikulum Merdeka Melalui MOOC Pintar
Menurutnya, ASN (Aparatur Sipil Negara) Kementerian Agama sangat banyak, jumlahnya sekitar 237 ribu. Jika ditambah PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dan masyarakat yang membantu tugas Kementerian Agama, jumlahnya bahkan hampir 1.8 juta. Fakta ini menuntut adanya layanan yang juga sangat besar.
"Tidak mungkin mereka dilayani secara reguler, tatap muka. Pelayanan manual ini jangkauannya kecil, sedikit, lambat, dan terbatas. Harus kita tinggalkan," tuturnya.
"Harus ada teknologi untuk membantu melayani mereka," tambahnya.
Baca juga: Pendaftaran KIP Kuliah 2023 Segera Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Lihat Juga :