Kembangkan Penelitian Langka, Dosen ITS Raih Beasiswa Bergengsi di Jerman
Rabu, 15 Februari 2023 - 08:40 WIB
loading...
A
A
A
“Ide penelitian yang belum pernah ada sebelumnya menjadi salah satu kriteria seleksi pada beasiswa ini,” tutur penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) program Doktor dari LPDP ini, melalui siaran pers, Rabu (15/2/2023).
Pemberian beasiswa ini juga berdasarkan atas rekam jejak riset dan publikasi karya ilmiah yang ditinjau melalui H Index Scopus. Diketahui riset Arief terdahulu mampu menemukan bakteri staphylococcus penghasil neurotransmitter di usus yang berperan dalam kolonisasi bakteri di usus dan di kulit yang mampu mempercepat penyembuhan luka terbuka.
“Penemuan gen yang mampu mendegradasi plastik di usus manusia juga menjadi salah satu riset terdahulu saya,” ungkap lelaki asal Mojokerto ini.
Baca juga: Apa Perbedaan Politeknik dan Sekolah Tinggi? Calon Mahasiswa Perlu Tahu Ini
Arief melanjutkan, saat mendaftar di beasiswa ini, para peserta juga sudah harus memiliki referensi universitas yang dipastikan akan menerima peneliti melakukan riset di sana. Dia juga menjelaskan bahwa pemilihan universitas juga harus memiliki landasan yang kuat.
Pemberian beasiswa ini juga berdasarkan atas rekam jejak riset dan publikasi karya ilmiah yang ditinjau melalui H Index Scopus. Diketahui riset Arief terdahulu mampu menemukan bakteri staphylococcus penghasil neurotransmitter di usus yang berperan dalam kolonisasi bakteri di usus dan di kulit yang mampu mempercepat penyembuhan luka terbuka.
“Penemuan gen yang mampu mendegradasi plastik di usus manusia juga menjadi salah satu riset terdahulu saya,” ungkap lelaki asal Mojokerto ini.
Baca juga: Apa Perbedaan Politeknik dan Sekolah Tinggi? Calon Mahasiswa Perlu Tahu Ini
Arief melanjutkan, saat mendaftar di beasiswa ini, para peserta juga sudah harus memiliki referensi universitas yang dipastikan akan menerima peneliti melakukan riset di sana. Dia juga menjelaskan bahwa pemilihan universitas juga harus memiliki landasan yang kuat.
Lihat Juga :