Dosen IPB Beberkan 7 Kebijakan Pertanian Masa Depan untuk Petani Muda Era Digital
Senin, 27 Februari 2023 - 15:24 WIB
loading...
A
A
A
“Kemudian pendekatan produksi lebih utama dibanding kesejahteraan. Seperti kita tahu kesejahteraan petani sebenarnya akan meningkat apabila pendapatannya meningkat. Pendapatan petani meningkat kalau sektor hilirnya dikuasai petani. Selama itu tidak, maka pendapatannya akan seperti ini saja,” ungkapnya membeberkan poin kedua.
Baca juga: Kompak! Ibu dan Anak Raih Gelar Doktor dari UNS dengan Nilai IPK Sama-sama Cumlaude
Ketiga soal digitalisasi pertanian untuk petani kreatif. Menurut Dr Lala, kreativitas perlu dikembangkan di tingkat petani. Oleh karenanya, perlu ada digitalisasi pertanian. Pengertian digitalisasi pertanian bukan hanya teknologi digital, tetapi bagaimana teknologi digital itu menguntungkan bagi petani.
“Ke depan kolaborasi menjadi penting dalam satuan kawasan yang basisnya sumberdaya agraria, bukan satuan desa,” tuturnya menjabarkan poin keempat.
Kelima, yang menjadi penting dalam sektor pertanian masa depan adalah transfer teknologi. Sementara ini teknologi yang berkembang di desa relatif stagnan, masih kalah dengan Vietnam.
Baca juga: Kompak! Ibu dan Anak Raih Gelar Doktor dari UNS dengan Nilai IPK Sama-sama Cumlaude
Ketiga soal digitalisasi pertanian untuk petani kreatif. Menurut Dr Lala, kreativitas perlu dikembangkan di tingkat petani. Oleh karenanya, perlu ada digitalisasi pertanian. Pengertian digitalisasi pertanian bukan hanya teknologi digital, tetapi bagaimana teknologi digital itu menguntungkan bagi petani.
“Ke depan kolaborasi menjadi penting dalam satuan kawasan yang basisnya sumberdaya agraria, bukan satuan desa,” tuturnya menjabarkan poin keempat.
Kelima, yang menjadi penting dalam sektor pertanian masa depan adalah transfer teknologi. Sementara ini teknologi yang berkembang di desa relatif stagnan, masih kalah dengan Vietnam.
Lihat Juga :