Magister Universitas Mercu Buana dan UMT Malaysia Sinergi Pengelolaan Sampah di Lebak Banten
Kamis, 23 Maret 2023 - 18:07 WIB
loading...
Prodi Magister Akuntansi UMB Jakarta dan UMT bersinergi dalam mengelola sampah agar lebih bernilai ekonomis di Lebak, Banten. Foto/Dok/UMB
A
A
A
JAKARTA - Program Studi Magister Akuntansi Universitas Mercu Buana ( UMB ) Jakarta dan Universiti Malaysia Trengganu (UMT) bersinergi dalam mengelola sampah agar lebih bernilai ekonomis dan sumber tambahan pendapatan yang potensial.
Kolaborasi internasional antara perguruan tinggi Indonesia dan Perguruan tinggi Malaysia ini merupakan kerja sama program Pengabdian Kepada Masyarakat ( PKM ) bersama Pemda Kabupaten Lebak bertema “Bio Economy Circular ,A Key to Sustainable Development Program” pada Selasa (21/3/2023).
Baca juga: 25 Universitas Terbaik di Indonesia Versi SIR 2023, UI No 1
Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Pembinanaan Masyarakat Desa, Rido Novara Nataatmaja, S.Sos. Pada sambutannya, Rido mengharapkan bahwa BUMDes harus mampu bersinergi dalam mengelola sampah, sehingga dapat bernilai ekonomis dan menjadi sumber tambahan pendapatan yang potensial.
Sementara, Key Notes Speaker pada acara ini menghadirkan, Prof Wiwik Utami,Msi.,Ak, selaku anggota tim Program Pengabdian Masyarakat dari Prodi Magister Akuntansi Universitas Mercu Buana.
"Dalam mengatasi masalah limbah dan pencemaran udara di Indonesia, diperlukan upaya dan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri, dan masyarakat," kata Prof Wiwik Utami dalam keterangan pers, Kamis (23/3/2023).
Baca juga: Jumlah Pendaftar SPAN PTKIN Alami Peningkatan Signifikan Capai 176.413 Siswa
Kolaborasi internasional antara perguruan tinggi Indonesia dan Perguruan tinggi Malaysia ini merupakan kerja sama program Pengabdian Kepada Masyarakat ( PKM ) bersama Pemda Kabupaten Lebak bertema “Bio Economy Circular ,A Key to Sustainable Development Program” pada Selasa (21/3/2023).
Baca juga: 25 Universitas Terbaik di Indonesia Versi SIR 2023, UI No 1
Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Pembinanaan Masyarakat Desa, Rido Novara Nataatmaja, S.Sos. Pada sambutannya, Rido mengharapkan bahwa BUMDes harus mampu bersinergi dalam mengelola sampah, sehingga dapat bernilai ekonomis dan menjadi sumber tambahan pendapatan yang potensial.
Sementara, Key Notes Speaker pada acara ini menghadirkan, Prof Wiwik Utami,Msi.,Ak, selaku anggota tim Program Pengabdian Masyarakat dari Prodi Magister Akuntansi Universitas Mercu Buana.
"Dalam mengatasi masalah limbah dan pencemaran udara di Indonesia, diperlukan upaya dan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri, dan masyarakat," kata Prof Wiwik Utami dalam keterangan pers, Kamis (23/3/2023).
Baca juga: Jumlah Pendaftar SPAN PTKIN Alami Peningkatan Signifikan Capai 176.413 Siswa
Lihat Juga :