Prof Arif Satria Ungkap Pengoptimalan Pengelolaan Investasi di IPB University
Selasa, 04 April 2023 - 14:54 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Universitas Negeri dan Swasta Tempat Kuliah para Artis Ternama di Indonesia
“Kita ada peluang untuk membuka Serambi Botani ke negara Arab. Ini merupakan suatu terobosan baru untuk melakukan ekspor produk inovasi IPB University. Tidak banyak perguruan tinggi yang dapat menghasilkan angle income dari kegiatan pendidikan. Namun, saya yakin, hal itu dapat kita lakukan lewat produk inovasi teknologi dan berbagai aset yang kita punya,” tandasnya.
Prof Arif mengurai, capital yang IPB University memiliki antara lain tangible dan intangible. Tangible berupa aset, sementara intangible dapat berupa kepakaran atau paten sehingga keduanya harus dimanfaatkan secara maksimal. “Kepakaran kita juga harus bermain di level global, karena kita akan memanfaatkan aset inovasi yang kita punya sebagai sumber pendapatan yang besar,” kata Prof Arif melanjutkan.
“Kita punya aset di Jonggol, Pelabuhan Ratu dan stasiun lapang lainnya untuk bisa segera dibuatkan masterplan sehingga kita bisa menggarap potensi bisnis apa yang akan dihasilkan dari aset kita. Secara capital, kita harus ekspansi menjadi yang lebih besar sehingga memerlukan sinergi dan kolaborasi dengan Badan Usaha milik Negara (BUMN) dan swasta,” tandasnya.
“Kita ada peluang untuk membuka Serambi Botani ke negara Arab. Ini merupakan suatu terobosan baru untuk melakukan ekspor produk inovasi IPB University. Tidak banyak perguruan tinggi yang dapat menghasilkan angle income dari kegiatan pendidikan. Namun, saya yakin, hal itu dapat kita lakukan lewat produk inovasi teknologi dan berbagai aset yang kita punya,” tandasnya.
Prof Arif mengurai, capital yang IPB University memiliki antara lain tangible dan intangible. Tangible berupa aset, sementara intangible dapat berupa kepakaran atau paten sehingga keduanya harus dimanfaatkan secara maksimal. “Kepakaran kita juga harus bermain di level global, karena kita akan memanfaatkan aset inovasi yang kita punya sebagai sumber pendapatan yang besar,” kata Prof Arif melanjutkan.
“Kita punya aset di Jonggol, Pelabuhan Ratu dan stasiun lapang lainnya untuk bisa segera dibuatkan masterplan sehingga kita bisa menggarap potensi bisnis apa yang akan dihasilkan dari aset kita. Secara capital, kita harus ekspansi menjadi yang lebih besar sehingga memerlukan sinergi dan kolaborasi dengan Badan Usaha milik Negara (BUMN) dan swasta,” tandasnya.
(nnz)
Lihat Juga :