Cerita Mahasiswa UKWS, KKN di Tengah Pandemi COVID-19
Selasa, 21 Juli 2020 - 21:31 WIB
loading...
A
A
A
"Pembeli dan penjual sudah sama-sama pakai masker, mungkin karena takut misalkan terkena nanti lapaknya tutup. Jadi mereka beradaptasi," ujarnya.
Ia menegaskan, selama menjalankan KKN di pasar tradisional, mahasiswa hanya memperkuat edukasi pencegahan virus Corona. Mahasiswa rutin mengingatkan terus supaya para pedagang dan pembeli tetap memakai masker dan rajin membersihkan tangan baik dengan cuci tangan atau hand sanitizer. "Dari tiga pasar yang kita sasar cukup kooperatif dan para pedagang menyambut hangat kehadiran kita di tengah-tengah mereka," tegasnya.
Pengalaman yang sama juga dialami Gita Prameswari. Bersama kelompoknya, Gita melaksanakan KKN diperkampungan eks lokalisasi Dolli, tepatnya dikawasan Dukuh Kupang Gang Lebar Surabaya.
Diperkampungan yang sempat di lock down karena ada warga yang isolasi diri ini, banyak program yang dilakukan seperti penyemprotan disinfektan ke setiap rumah warga, penyuluhan pemahaman masyarakat terhadap COVID-19 melalui virtual zoom, edukasi lewat poster, berbagi masker dan pembagian sejumlah sembako.
"Penyemprotan disinfektan kita lakukan satu minggu dula kali. Masyarakat menerima kita luar biasa, bahkan kita dituntun dari awal sampai akhir," katanya. (Baca juga: Kemenag Tetapkan 1 Zulhijjah Besok, Hari Raya Idul Adha 31 Juli )
Para peserta KKN UWKS tersebut merasa bangga bisa tetap melaksanakan KKN di tengah pandemi. Banyak pengalaman yang berbeda selama menyelesaikan program pengabdian tersebut. "Ide KKN ini murni dari kelompok dan kita lebih suka KKN seperti ini karena bisa melakukan sesuai dengan harapan kita sendiri," ucap Gita.
Ia menegaskan, selama menjalankan KKN di pasar tradisional, mahasiswa hanya memperkuat edukasi pencegahan virus Corona. Mahasiswa rutin mengingatkan terus supaya para pedagang dan pembeli tetap memakai masker dan rajin membersihkan tangan baik dengan cuci tangan atau hand sanitizer. "Dari tiga pasar yang kita sasar cukup kooperatif dan para pedagang menyambut hangat kehadiran kita di tengah-tengah mereka," tegasnya.
Pengalaman yang sama juga dialami Gita Prameswari. Bersama kelompoknya, Gita melaksanakan KKN diperkampungan eks lokalisasi Dolli, tepatnya dikawasan Dukuh Kupang Gang Lebar Surabaya.
Diperkampungan yang sempat di lock down karena ada warga yang isolasi diri ini, banyak program yang dilakukan seperti penyemprotan disinfektan ke setiap rumah warga, penyuluhan pemahaman masyarakat terhadap COVID-19 melalui virtual zoom, edukasi lewat poster, berbagi masker dan pembagian sejumlah sembako.
"Penyemprotan disinfektan kita lakukan satu minggu dula kali. Masyarakat menerima kita luar biasa, bahkan kita dituntun dari awal sampai akhir," katanya. (Baca juga: Kemenag Tetapkan 1 Zulhijjah Besok, Hari Raya Idul Adha 31 Juli )
Para peserta KKN UWKS tersebut merasa bangga bisa tetap melaksanakan KKN di tengah pandemi. Banyak pengalaman yang berbeda selama menyelesaikan program pengabdian tersebut. "Ide KKN ini murni dari kelompok dan kita lebih suka KKN seperti ini karena bisa melakukan sesuai dengan harapan kita sendiri," ucap Gita.
Lihat Juga :