Uji Klinis Vaksin COVID-19, Tim Riset FK Unpad Rekrut Puluhan Tenaga Medis
Rabu, 22 Juli 2020 - 22:56 WIB
loading...
A
A
A
Soal teknis pelaksanaan uji klinis, Eddy menjelaskan, pada tahap awal, uji klinis akan dilakukan terhadap 540 relawan selama tiga bulan untuk memeriksa keamanan dan kekebalannya. Setelah tiga bulan sampai enam bulan, kata dia, hanya akan dipantau keamanannya. (Baca juga: Jangan Ada Mafia dalam Riset Vaksin Covid-19 )
"Jadi, nanti ada kelompok yang mendapatkan plasebo dan kelompok yang mendapat imunisasi vaksin. Pada akhir penelitian, mereka yang mendapatkan plasebo akan mendapatkan vaksin COVID-19, tentunya setelah diregistrasi di Badan POM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan). Jadi, tidak ada yang dirugikan dalam hal ini," katanya.
Dia menjelaskan, sejumlah relawan akan mendapat placebo atau hanya disuntik air untuk menentukan perbandingan antara orang yang diberi vaksin dengan yang tidak diberi vaksin. Seluruh relawan dipastikan sehat melalui pemeriksaan dokter yang lengkap dan dipastikan tidak pernah tertular COVID-19.
"Jika dalam perjalanannya ada yang sakit, apapun itu, akan di-cover asuransi sebagai standar di rumah sakit di sekitar Kota Bandung,"katanya. (Baca juga: Rindu Tatap Muka, Puluhan Siswa SD di Ciamis Belajar di Masjid )
Meski begitu, dia meyakinkan, bahwa vaksin COVID-19 relatif aman karena terbuat dari virus yang sudah dimatikan, namun masih mempunyai daya untuk membuat antibodi.
"Jadi, nanti ada kelompok yang mendapatkan plasebo dan kelompok yang mendapat imunisasi vaksin. Pada akhir penelitian, mereka yang mendapatkan plasebo akan mendapatkan vaksin COVID-19, tentunya setelah diregistrasi di Badan POM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan). Jadi, tidak ada yang dirugikan dalam hal ini," katanya.
Dia menjelaskan, sejumlah relawan akan mendapat placebo atau hanya disuntik air untuk menentukan perbandingan antara orang yang diberi vaksin dengan yang tidak diberi vaksin. Seluruh relawan dipastikan sehat melalui pemeriksaan dokter yang lengkap dan dipastikan tidak pernah tertular COVID-19.
"Jika dalam perjalanannya ada yang sakit, apapun itu, akan di-cover asuransi sebagai standar di rumah sakit di sekitar Kota Bandung,"katanya. (Baca juga: Rindu Tatap Muka, Puluhan Siswa SD di Ciamis Belajar di Masjid )
Meski begitu, dia meyakinkan, bahwa vaksin COVID-19 relatif aman karena terbuat dari virus yang sudah dimatikan, namun masih mempunyai daya untuk membuat antibodi.
Lihat Juga :