Hubungkan Perguruan Tinggi-Industri, Kemendikbud Akan Buat Platform
Jum'at, 24 Juli 2020 - 11:53 WIB
loading...
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam menggagas platform penghubung antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri. Platform ini akan diberi nama Kedai Inovasi untuk membantu membangun kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan bangsa.
Nizam menyoroti permasalahan tidak pernah terwujudnya link and match antara perguruan tinggi dengan dunia kerja secara konkret. Selama ini, lulusan perguruan tinggi dianggap belum siap untuk terjun di dunia kerja. Bahkan terkadang industri menilai bahwa lulusan perguruan tinggi belum sesuai dengan kebutuhan di dunia kerja. Inilah, lanjut dia, pentingnya melakukan sinkronisasi antara kebutuhan dunia kerja dengan perguruan tinggi.
Lebih lanjut, Nizam menjelaskan dengan adanya link and match antara kampus dengan industri dan dunia usaha, akan ada keterkaitan dan hubungan antara penelitian dan inovasi di perguruan tinggi dengan industri dan dunia nyata. Perguruan tinggi dapat menghilirkan hasil-hasil riset dan inovasinya. (Baca juga: Peringatan Hari Anak Nasional, Menristek Tekankan Pentingnya IPTEK )
Sementara, di sisi lain industri dan masyarakat dapat memanfaatkan inovasi kampus serta memberikan umpan balik berupa kebutuhan maupun permasalahan-permasalahan untuk dicarikan solusi oleh kampus melalui riset dan inovasi.
“Siklus ini akan membentuk link and match antara kampus dengan dunia nyata, industri dan dunia usaha. Riset-riset di kampus dapat mengalir ke hilir dan permasalahan dan kebutuhan di hilir dapat masuk ke hulu untuk dicarikan solusinya oleh kampus,” katanya pada webinar Mempertemukan Ekosistem Industri dan Kampus: Arah Peta Peluang Kerja di Masa Depan yang diselenggarakan secara daring oleh Universitas Paramadina.
Nizam menyoroti permasalahan tidak pernah terwujudnya link and match antara perguruan tinggi dengan dunia kerja secara konkret. Selama ini, lulusan perguruan tinggi dianggap belum siap untuk terjun di dunia kerja. Bahkan terkadang industri menilai bahwa lulusan perguruan tinggi belum sesuai dengan kebutuhan di dunia kerja. Inilah, lanjut dia, pentingnya melakukan sinkronisasi antara kebutuhan dunia kerja dengan perguruan tinggi.
Lebih lanjut, Nizam menjelaskan dengan adanya link and match antara kampus dengan industri dan dunia usaha, akan ada keterkaitan dan hubungan antara penelitian dan inovasi di perguruan tinggi dengan industri dan dunia nyata. Perguruan tinggi dapat menghilirkan hasil-hasil riset dan inovasinya. (Baca juga: Peringatan Hari Anak Nasional, Menristek Tekankan Pentingnya IPTEK )
Sementara, di sisi lain industri dan masyarakat dapat memanfaatkan inovasi kampus serta memberikan umpan balik berupa kebutuhan maupun permasalahan-permasalahan untuk dicarikan solusi oleh kampus melalui riset dan inovasi.
“Siklus ini akan membentuk link and match antara kampus dengan dunia nyata, industri dan dunia usaha. Riset-riset di kampus dapat mengalir ke hilir dan permasalahan dan kebutuhan di hilir dapat masuk ke hulu untuk dicarikan solusinya oleh kampus,” katanya pada webinar Mempertemukan Ekosistem Industri dan Kampus: Arah Peta Peluang Kerja di Masa Depan yang diselenggarakan secara daring oleh Universitas Paramadina.
Lihat Juga :