Hubungkan Perguruan Tinggi-Industri, Kemendikbud Akan Buat Platform
Jum'at, 24 Juli 2020 - 11:53 WIB
loading...
A
A
A
Nizam mencontohkan, banyak sekali produk inovasi kampus di bidang pertanian antara lain berbagai macam inovasi benih, bibit, peralatan atau metode pertanian 4.0 dengan menggunakan robot-robot canggih yang dapat digunakan untuk mengembangkan sektor pertanian dan membina para petani. Selain itu perguruan tinggi juga dapat menghubungkan pusat-pusat produksi pertanian dengan supermarket, restoran, pariwisata maupun sektor ekspor untuk pemasaran hasil pertanian. Ini akan membangun perekonomian masyarakat. (Baca juga: Sinergi Industri-Perguruan Tinggi dapat Pulihkan Perekonomian )
“Apalagi jika berbagai perguruan tinggi melakukan sinergi membina, mendampingi masyarakat, memberi nilai tambah pada produk UMKM dan industri kecil akan memiliki dampak yang dahsyat bagi perekonomian nasional," jelasnya.
Untuk itu Nizam memandang perlunya suatu platform inovasi yang dapat menghubungkan antara perguruan tinggi dengan masyarakat, industri maupun dunia usaha. Platform ini diharapkan memperkuat relevansi antara kebutuhan masyarakat, industri dan dunia usaha dengan hasil-hasil penelitian, invensi dan inovasi yang dilakukan oleh kampus.
Nizam berinisasi memberi nama Kedai Inovasi untuk platform yang sedang dikembangkan ini. Kedai menurut Nizam merujuk suatu tempat yang sangat egaliter. Di dalam platform tersebut tidak ada lagi batasan birokrasi antara perguruan tinggi, industri maupun masyarakat. Mahasiswa, dosen, masyarakat umum, petani, dan berbagai elemen masyarakat lainnya dapat berinteraksi, melakukan sinergi dan kolaborasi tanpa melihat batas-batas sosial.
Di dalam Kedai ini diharapkan dapat mempertemukan permasalahan nyata di lapangan dengan solusi dari perguruan tinggi. Selain sebagai tempat yang egaliter, Kedai menurut Nizam juga merupakan akronim dari Kedaulatan Indonesia. “Jadi Kedai Inovasi memiliki makna Kedaulatan Indonesia untuk inovasi dan teknologi," ujar Nizam.
“Apalagi jika berbagai perguruan tinggi melakukan sinergi membina, mendampingi masyarakat, memberi nilai tambah pada produk UMKM dan industri kecil akan memiliki dampak yang dahsyat bagi perekonomian nasional," jelasnya.
Untuk itu Nizam memandang perlunya suatu platform inovasi yang dapat menghubungkan antara perguruan tinggi dengan masyarakat, industri maupun dunia usaha. Platform ini diharapkan memperkuat relevansi antara kebutuhan masyarakat, industri dan dunia usaha dengan hasil-hasil penelitian, invensi dan inovasi yang dilakukan oleh kampus.
Nizam berinisasi memberi nama Kedai Inovasi untuk platform yang sedang dikembangkan ini. Kedai menurut Nizam merujuk suatu tempat yang sangat egaliter. Di dalam platform tersebut tidak ada lagi batasan birokrasi antara perguruan tinggi, industri maupun masyarakat. Mahasiswa, dosen, masyarakat umum, petani, dan berbagai elemen masyarakat lainnya dapat berinteraksi, melakukan sinergi dan kolaborasi tanpa melihat batas-batas sosial.
Di dalam Kedai ini diharapkan dapat mempertemukan permasalahan nyata di lapangan dengan solusi dari perguruan tinggi. Selain sebagai tempat yang egaliter, Kedai menurut Nizam juga merupakan akronim dari Kedaulatan Indonesia. “Jadi Kedai Inovasi memiliki makna Kedaulatan Indonesia untuk inovasi dan teknologi," ujar Nizam.
(mpw)
Lihat Juga :