Kurikulum yang Berpusat pada Siswa Efektif Atasi Learning Loss Akibat Pandemi
Sabtu, 08 Juli 2023 - 08:56 WIB
loading...
A
A
A
Studi ini menilai 4.103 siswa sekolah dasar dan 360 guru di 69 sekolah dari tujuh Kabupaten di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, dan Kalimantan Utara. Analisis studi ini menggunakan metode Item Response Theory (IRT), regresi OLS, serta penilaian ahli matematika dan ahli literasi Indonesia untuk membandingkan data hasil belajar siswa pada tahun 2020, 2021, dan 2022.
Hasilnya, ada indikasi menggembirakan dari proses pemulihan pembelajaran pasca pandemi yaitu ditemukan pemulihan pembelajaran selama dua bulan untuk kemampuan literasi dan numerasi. Secara khusus, kurikulum muncul sebagai salah satu faktor utama yang membedakan antara sekolah yang pulih lebih cepat dan yang tidak.
“Menanggapi pandemi COVID-19, Pemerintah Indonesia dengan cepat menerapkan kurikulum yang fleksibel dan berpusat pada peserta didik. Penyederhanaan kurikulum ini secara signifikan dapat meringankan beban belajar peserta didik dan beban mengajar guru yang terbukti sangat bermanfaat selama pandemi,” jelas Heyward.
Kurikulum yang disesuaikan menekankan keterampilan dasar literasi, numerasi, dan karakter yang penting untuk perkembangan peserta didik dalam proses pembelajaran. Kebijakan tersebut juga memberikan otonomi yang lebih besar kepada guru dalam memilih bahan ajar untuk peserta didik mereka.
Baca juga: JCB Indonesia Kolaborasi Salurkan Dana Pendidikan Anak Terdampak Pandemi
Sementara dari studi INOVASI, pemulihan pembelajaran meningkat dua kali lipat untuk peserta didik yang gurunya menerapkan kurikulum yang adaptif dan berpusat pada peserta didik.
Hasilnya, ada indikasi menggembirakan dari proses pemulihan pembelajaran pasca pandemi yaitu ditemukan pemulihan pembelajaran selama dua bulan untuk kemampuan literasi dan numerasi. Secara khusus, kurikulum muncul sebagai salah satu faktor utama yang membedakan antara sekolah yang pulih lebih cepat dan yang tidak.
“Menanggapi pandemi COVID-19, Pemerintah Indonesia dengan cepat menerapkan kurikulum yang fleksibel dan berpusat pada peserta didik. Penyederhanaan kurikulum ini secara signifikan dapat meringankan beban belajar peserta didik dan beban mengajar guru yang terbukti sangat bermanfaat selama pandemi,” jelas Heyward.
Kurikulum yang disesuaikan menekankan keterampilan dasar literasi, numerasi, dan karakter yang penting untuk perkembangan peserta didik dalam proses pembelajaran. Kebijakan tersebut juga memberikan otonomi yang lebih besar kepada guru dalam memilih bahan ajar untuk peserta didik mereka.
Baca juga: JCB Indonesia Kolaborasi Salurkan Dana Pendidikan Anak Terdampak Pandemi
Sementara dari studi INOVASI, pemulihan pembelajaran meningkat dua kali lipat untuk peserta didik yang gurunya menerapkan kurikulum yang adaptif dan berpusat pada peserta didik.
Lihat Juga :