Sosialisasi Strategi Manajemen Invensi Hasil Riset Kampus Perlu Ditingkatkan

Kamis, 20 Juli 2023 - 10:30 WIB
loading...
Sosialisasi Strategi...
Ketua Umum Asosiasi Inventor Indonesia (AII) Prof Didiek Hadjar Goenadi. Foto/AII.
A A A
JAKARTA - Perguruan tinggi banyak melahirkan riset dan penelitian. Namun dinilai masih lemah pada valuasi hingga komersialisasi ke industri yang membutuhkan teknologi yang sesuai.

Ketua Umum Asosiasi Inventor Indonesia Prof Didiek Hadjar Goenadi mengatakan, inventor di perguruan tinggi banyak melakukan riset. Namun masih terkendala belum bisa langsung dikomersialisasikan meski sudah mendapat paten.

"Mengapa demikian, setelah dilihat tingkat kesiapan teknologinya belum memenuhi harapan oleh industri. Paling tidak, jangan terlalu banyak resiko yang akan dihadapi industri ketika teknologi itu diterapkan dalam komersialisasi," katanya pada Harlah AII, dalam keterangan resmi, Kamis (20/7/2023).

Baca juga: Pendaftaran Kelas Internasional Unpad Masih Dibuka hingga 25 Juli 2023, Yuk Daftar

Pihaknya pun terus menggalakkan pemahaman akan komersialisasi invensi ini agar tantangan sindrom lembah kematian (death valley syndrome) yang dihadapi para inventor tidak semakin masif.

"Kami pun tak bisa bekerja sendiri namun membutuhkan mitra lainnya seperti institusi penghasil invensi, lembaga penyedia dana riset dan perakitan teknologi termasuk inventor mandiri," jelasnya.

Dia melanjutkan, beberapa kerja sama yang telah terjalin dengan perguruan tinggi antara lain adalah dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema), MoU dengan universitas Djuanda Bogor, dan Universitas Pancasila untuk memvaluasi invensi dan komersialisasinya.

Baca juga: Lolos SIMAK UI 2023? Segini Besaran Biaya Kuliah untuk Semua Jurusan S1, D3, dan D4

"Selain itu, sosialisasi tentang strategi manajemen invensi hasil riset terus dilaksanakan oleh AII di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di berbagai wilayah Indonesia," ungkapnya.

Selain itu, AII juga menjalin kerja sama dengan Ditjen Kekayaan Intelektual, Badan Riset dan Inovasi Nasional, dan Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek.

Pada prinsipnya, ujar Didiek, adanya validasi teknologi itu digunakan untuk menyesuaikan pada perbesaran skala untuk kegiatan produksi. Riset untuk melihat resiko ini diperlukan untuk memperkecil ke taraf komersialisasi.

"Perguruan tinggi ini "kesulitan" untuk mencari mitra yang sesuai dengan teknologi atau invensi yang dihasilkannya itu. Dari sana kita mencoba membantu," ungkapnya.

"Kami kerja sama untuk memvaluasi harta karun mereka. Saya menyebutnya harta karun karena semuanya bernilai ekonomis, baik kecil atau sedang ," lanjutnya.

Pihaknya melakukan valuasi teknologi tersebut dan setelah itu mencoba memfasilitasi memasarkan teknologi itu kepada pihak industri yang berminat ataupun dengan industri yang core bisnisnya sama dengan invensi yang ditawarkan inventor.

"Dengan demikian nanti bisa kerja sama saling menguntungkan dari pihak perguruan tinggi dengan industri sehingga bisa membangkitkan nilai ekonomi," terangnya.

AII telah berhasil mengkomersialisasikan invensi ke mitra industri dalam bentuk LOI atau NDA hingga Juli 2023 di sejumlah perguruan tinggi. Misalnya inventor dari Universitas Sriwijaya, Universitas Lampung, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, juga IPB University.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Prancis Sepakat...
Indonesia-Prancis Sepakat Perkuat Riset, Inovasi, dan Mobilitas Mahasiswa 2026
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
Riset LAPI ITB: Konektivitas...
Riset LAPI ITB: Konektivitas Digital Dongkrak PDRB dan Serap 685 Ribu Tenaga Kerja
UAI dan University of...
UAI dan University of Edinburgh Dorong Inklusivitas di Dunia Riset dan Pendidikan Tinggi
FK Unair Kolaborasi...
FK Unair Kolaborasi dengan Adelaide University, Soroti Sistem Kesehatan Kebidanan Indonesia
Prodi Teknik Berubah...
Prodi Teknik Berubah Nama Jadi Rekayasa, DPR Berharap Riset dan Inovasi Bisa Makin Maju
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Motif Skandal Riset...
Motif Skandal Riset Palsu Internasional, Pelaku Incar Travel Grant ke Luar Negeri
Rekomendasi
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Berita Terkini
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Universitas Padjadjaran...
Universitas Padjadjaran Masuk Peringkat 496 Dunia dalam QS WUR 2027
Daftar 4 PTS yang Tembus...
Daftar 4 PTS yang Tembus QS World University Rankings 2027, Ada Kampusmu?
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved