Dirjen Diksi Sampaikan Tantangan Pendidikan Vokasi dengan Kebutuhan Masyarakat
Jum'at, 21 Juli 2023 - 19:57 WIB
loading...
Dirjen Pendidikan Vokasi (Diksi) Kemendikbudristek Kiki Yuliati. Foto/Mitras Dudi Ditjen Diksi Kemendikbudristek.
A
A
A
JAKARTA - Dirjen Pendidikan Vokasi (Diksi) Kemendikbudristek Kiki Yuliati menyampaikan masih ada tantangan dan persoalan pendidikan vokasi dengan kebutuhan masyarakat yang harus diatasi. Salah satunya adalah ketidakselaran kompetensi.
Dirjen Kiki menyampaikan, tantangan yang dihadapi pendidikan vokasi yang pertama adalah ketidakselarasan kompetensi dengan apa yang dibutuhkan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
"Ketidakselarasan kompetensi itu nyata dan riil. Ini tantangan yang kita hadapi yaitu ketidakselarasan antara hasil pendidikan vokasi dengan kebutuhan masyarakat," katanya, dalam keterangan resmi, Jumat (21/7/2023).
Hal ini dia sampaikan pada Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Erajaya Group dengan 49 Satuan Pendidikan Vokasi di Auditorium Gedung D Kantor Kemendikbudristek, hari ini Jumat 21 Juli 2023.
Baca juga: Kunjungi SMKN 2 Bengkulu, Jokowi Janjikan Penambahan Kendaraan untuk Praktik Siswa
Tantangan berikutnya adalah ketidakselarasan jumlah kebutuhan dunia industri dengan lulusan pendidikan vokasi. Baik itu lulusan perguruan tinggi vokasi dan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Kemudian adanya ketidakselarasan tempat. "Misalnya Era Jaya mencari orang (SDM) ga ketemu-ketemu, yang ini sibuk cari pekerjaan ga ketemu juga. Jadi ini ada ketidakselarasan tempat," ungkapnya.
Berikutnya adalah ketidakselarasan waktu yang menjadi salah satu tantangan pendidikan saat ini. Oleh karena itu, dia mendorong pembahasan kurikulum antara sekolah dengan dunia industri untuk menghasilkan lulusan yang dibutuhkan bukan hanya untuk saat ini saja melainkan untuk 4-5 tahun ke depan.
Dirjen Kiki menyampaikan, tantangan yang dihadapi pendidikan vokasi yang pertama adalah ketidakselarasan kompetensi dengan apa yang dibutuhkan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
"Ketidakselarasan kompetensi itu nyata dan riil. Ini tantangan yang kita hadapi yaitu ketidakselarasan antara hasil pendidikan vokasi dengan kebutuhan masyarakat," katanya, dalam keterangan resmi, Jumat (21/7/2023).
Hal ini dia sampaikan pada Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Erajaya Group dengan 49 Satuan Pendidikan Vokasi di Auditorium Gedung D Kantor Kemendikbudristek, hari ini Jumat 21 Juli 2023.
Baca juga: Kunjungi SMKN 2 Bengkulu, Jokowi Janjikan Penambahan Kendaraan untuk Praktik Siswa
Tantangan berikutnya adalah ketidakselarasan jumlah kebutuhan dunia industri dengan lulusan pendidikan vokasi. Baik itu lulusan perguruan tinggi vokasi dan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Kemudian adanya ketidakselarasan tempat. "Misalnya Era Jaya mencari orang (SDM) ga ketemu-ketemu, yang ini sibuk cari pekerjaan ga ketemu juga. Jadi ini ada ketidakselarasan tempat," ungkapnya.
Berikutnya adalah ketidakselarasan waktu yang menjadi salah satu tantangan pendidikan saat ini. Oleh karena itu, dia mendorong pembahasan kurikulum antara sekolah dengan dunia industri untuk menghasilkan lulusan yang dibutuhkan bukan hanya untuk saat ini saja melainkan untuk 4-5 tahun ke depan.
Lihat Juga :