Kisah Putri, Anak Petani Asal NTB yang Bisa Kuliah Gratis di UGM Lewat SNBP 2023
Selasa, 25 Juli 2023 - 08:55 WIB
loading...
A
A
A
Dikarenakan musim tanam jagung tidak menentu, selain mengurusi kebun jagung, kata Hadia, ia bersama sang suami menggembala kambing milik tetangga.
“Dulu pelihara dua, lima tahun jadi lima ekor. Sekarang sudah puluhan ekor. Bagi dua dengan pemilik. Jika ada kebutuhan mendesak kita izin jual ke pemiliknya,” jelasnya.
Tidak jarang ia meminta Putri menjaga kambing dari sepulang sekolah sebelum bapaknya pulang kerja sebagai pegawai tidak tetap pendamping penyuluh pertanian. “Kadang saya suruh nunggu di bawah pohon asam sambil belajar,” kenangnya.’
Hadia menuturkan, penghasilan dari bertani jagung memang tidak menentu, namun tetap mereka bersyukur apalagi ada tambahan honor dari suaminya sebagai pegawai tidak tetap di kantor dinas pertanian Sumbawa Barat.
Baca juga: Gandeng PLN, Fakultas Teknik UI Kembangkan Isu Strategis Ketenagalistrikan
Kiswanto bercerita ia sudah menjadi tenaga pegawai tidak tetap sejak tahun 2008 setelah tidak lagi menjadi karyawan di perusahaan tambak udang di dekat pelabuhan Poto Tano.
Di awal bekerja honor Rp400 ribu lalu naik Rp700 ribu tiga tahun kemudian. Selanjutnya empat tahun setelahnya naik sekitar satu jutaan. “Kalau dibilang cukup atau tidak cukup, manusia itu merasa tidak pernah cukup. Tapi jika bicara sisi agama kita harus pandai mensyukuri saja,” ungkapnya.
Meski ia sempat khawatir saat Putri berniat untuk mendaftar kuliah di Universitas Gadjah Mada lewat jalur prestasi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
“Dulu pelihara dua, lima tahun jadi lima ekor. Sekarang sudah puluhan ekor. Bagi dua dengan pemilik. Jika ada kebutuhan mendesak kita izin jual ke pemiliknya,” jelasnya.
Tidak jarang ia meminta Putri menjaga kambing dari sepulang sekolah sebelum bapaknya pulang kerja sebagai pegawai tidak tetap pendamping penyuluh pertanian. “Kadang saya suruh nunggu di bawah pohon asam sambil belajar,” kenangnya.’
Hadia menuturkan, penghasilan dari bertani jagung memang tidak menentu, namun tetap mereka bersyukur apalagi ada tambahan honor dari suaminya sebagai pegawai tidak tetap di kantor dinas pertanian Sumbawa Barat.
Baca juga: Gandeng PLN, Fakultas Teknik UI Kembangkan Isu Strategis Ketenagalistrikan
Kiswanto bercerita ia sudah menjadi tenaga pegawai tidak tetap sejak tahun 2008 setelah tidak lagi menjadi karyawan di perusahaan tambak udang di dekat pelabuhan Poto Tano.
Di awal bekerja honor Rp400 ribu lalu naik Rp700 ribu tiga tahun kemudian. Selanjutnya empat tahun setelahnya naik sekitar satu jutaan. “Kalau dibilang cukup atau tidak cukup, manusia itu merasa tidak pernah cukup. Tapi jika bicara sisi agama kita harus pandai mensyukuri saja,” ungkapnya.
Meski ia sempat khawatir saat Putri berniat untuk mendaftar kuliah di Universitas Gadjah Mada lewat jalur prestasi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Lihat Juga :