Kemenag: 2.600 Madrasah di Seluruh Indonesia Sudah Terapkan Kurikulum Merdeka

Rabu, 26 Juli 2023 - 21:59 WIB
loading...
Kemenag: 2.600 Madrasah...
Kemenag melaporkan hingga pertengahan 2023 sudah ada sekitar 2.600 Madrasah yang telah menerapkan kurikulum merdeka. Foto/Ist.
A A A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan hingga pertengahan tahun 2023 sudah ada sekitar 2.600 Madrasah yang telah menerapkan kurikulum merdeka . Sekolah tersebut berjenjang mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

Diketahui, Kurikulum Merdeka telah ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai upaya strategis untuk memulihkan pembelajaran pada satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan menengah.

Untuk mendukung kebijakan itu, Kementerian Agama telah mengeluarkan keputusan Menteri Agama Nomor 347 Tahun 2022 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah.

Hal itu diungkapkan Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Mastuki saat melakukan kunjungan di Provinsi NTB.

Baca juga: Percepat Tranformasi PAUD, Indonesia Gandeng Negara-Negara ASEAN

Kunjungan ini bertajuk ‘Belajar Bersama IKM BK Provinsi NTB’ ini berlangsung selama 4 hari (18 sampai 21 Juli 2023) dan diisi dengan berbagai kegiatan seperti lokakarya bersama para aktor pelaksana IKM BK di NTB dan kunjungan langsung ke beberapa madrasah dan sekolah untuk melihat praktik pembelajaran.

IKM berbasis komunitas ini didukung Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), sebuah program kemitraan antara pemerintah Indonesia dan Australia.

“Hingga tahun 2023 ini sudah ada sekitar 26.000 madrasah dari jenjang RA, MI, MTs dan MA/MAK yang menerapkan kurikulum merdeka,” ungkap Mastuki dalam keterangannya, Rabu (26/7/2023).

Lebih lanjut, Kemenag juga telah mengeluarkan panduan umum untuk Implementasi kurikulum Merdeka (IKM). Panduan ini tidak mengatur pelaksanaan IKM secara spesifik yang tujuannya untuk memberikan keleluasaan bagi madrasah untuk melakukan kreasi dan inovasi dalam kurikulumnya.

Hal ini juga dimaksudkan agar setiap madrasah bisa menyusun rencana pembelajaran yang mengakomodir karakteristik dan kebutuhan serta kondisinya masing-masing.

Baca juga: Rahasia Kenapa Siswa Finlandia Pintar-Pintar, Ternyata Ini Penyebabnya

“Salah satunya di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang penerapan kurikulum merdeka di madrasah ibtidaiyah atau MI dilakukan dengan kolaborasi dan dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari guru, kepala madrasah, pengawas, ormas hingga kampus-kampus LPTK,” ungkap Mastuki.

Mastuki pun mengatakan kolaborasi multi pihak ini telah membantu banyak madrasah ibtidaiyah untuk menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada siswa sebagaimana yang menjadi semangat dari Kurikulum Merdeka.

“Keterlibatan banyak pihak dari jajaran Kemenag dalam kegiatan ini tujuannya tidak lain untuk memastikan agar implementasi Kurikulum Merdeka mendapat dukungan yang kuat untuk segera dijalankan sepenuhnya. Dengan melihat langsung praktik baik yang ada di NTB ini, semua pihak bisa segera mengambil langkah strategis untuk pelaksanaannya,” pungkas Mastuki.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Kisah Izzat, Pernah...
Kisah Izzat, Pernah Jadi Kuli dan Loper Koran di Jepang, Kini Raih Gelar Doktor Biologi Kelautan
Makin Diminati, SNMB...
Makin Diminati, SNMB Madrasah Unggulan 2026 Tembus 36.973 Pendaftar
Ini 5 Madrasah Tertua...
Ini 5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern di Nusantara
437 Madrasah di Aceh...
437 Madrasah di Aceh Siap Pembelajaran Tatap Muka pada 5 Januari 2026
Cerita Apriyanti, Guru...
Cerita Apriyanti, Guru Beragama Kristen yang Mengajar Matematika di Madrasah Negeri
Ribuan Guru Madrasah...
Ribuan Guru Madrasah Gelar Aksi Kesetaraan ASN
Kisah Aysylla, Gadis...
Kisah Aysylla, Gadis 15 Tahun Asal Malang yang Kerjakan Ujian Kelulusan MTs di Madinah
Legislator PDIP Desak...
Legislator PDIP Desak Kemenag Bayarkan TPG Guru Madrasah sebelum Lebaran
Rekomendasi
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Berita Terkini
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved