UMJ Cetak 2 Guru Besar Baru, Abdul Mu'ti: Orasi Ilmiah Keduanya Mencerahkan dan Revolusioner
Kamis, 27 Juli 2023 - 09:25 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya buah pemikiran Prof. Ibnu yang disampaikan menjadi tonggak penting dalam memaknai sistem kelembagaan dan ketatanegaraan.
"Banyak orang tidak menyadari bahwa menjadi pejabat itu sesungguhnya dibatasi oleh konstitusi dan hukum. Justru orang malah melihat pejabat sebagai bagian mendapatkan kebebasan bukan pembatasan. Itu saya kira menjadi sebuah catatan penting. Saya kira kalau ada capres yang butuh ahli hukum, saya akan rekomendasikan Prof. Ibnu” ungkap Mu’ti.
Begitu pun saat menanggapi orasi ilmiah Prof. Tria Astika yang berjudul Keselarasan Peran Keluarga, Masyarakat, dan Teknologi: Menyibak Potensi Muhammadiyah dan Tantangan Pencegahan Stunting di Era Disrupsi.
Baca juga: Dukung Ekonomi Biru, 3 Program S2 Double Degree Baru Diluncurkan
Menurutnya, Prof Tria Astika telah memaparkan dengan sangat baik faktor penyebab stunting. selain masalah kesehatan juga lingkungan masyarakat. Namun menurut Mu'ti, faktor penting lainnya adalah pernikahan usia muda.
“Maka dari itu Muhammadiyah melarang luar biasa. Ini masalah serius dan memang menjadi bagian dari perhatian Aisyiyah. Maka kita harus berpikir bagaimana melahirkan generasi kuat dan generasi yang akan melanjutkan perjuangan,” kata Mu’ti.
Bertambahnya dua Guru Besar yang lahir dari UMJ menambah pula jumlah Guru Besar di lingkungan PTMA (Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah).
Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mencatat per Mei 2023, Guru Besar di lingkungan PTMA sejumlah 209 orang. Mu’ti memperkirakan apabila jumlah tersebut ditambah dengan Guru Besar Muhammadiyah di luar PTMA, akan mencapai lebih dari 500 orang.
"Banyak orang tidak menyadari bahwa menjadi pejabat itu sesungguhnya dibatasi oleh konstitusi dan hukum. Justru orang malah melihat pejabat sebagai bagian mendapatkan kebebasan bukan pembatasan. Itu saya kira menjadi sebuah catatan penting. Saya kira kalau ada capres yang butuh ahli hukum, saya akan rekomendasikan Prof. Ibnu” ungkap Mu’ti.
Begitu pun saat menanggapi orasi ilmiah Prof. Tria Astika yang berjudul Keselarasan Peran Keluarga, Masyarakat, dan Teknologi: Menyibak Potensi Muhammadiyah dan Tantangan Pencegahan Stunting di Era Disrupsi.
Baca juga: Dukung Ekonomi Biru, 3 Program S2 Double Degree Baru Diluncurkan
Menurutnya, Prof Tria Astika telah memaparkan dengan sangat baik faktor penyebab stunting. selain masalah kesehatan juga lingkungan masyarakat. Namun menurut Mu'ti, faktor penting lainnya adalah pernikahan usia muda.
“Maka dari itu Muhammadiyah melarang luar biasa. Ini masalah serius dan memang menjadi bagian dari perhatian Aisyiyah. Maka kita harus berpikir bagaimana melahirkan generasi kuat dan generasi yang akan melanjutkan perjuangan,” kata Mu’ti.
Bertambahnya dua Guru Besar yang lahir dari UMJ menambah pula jumlah Guru Besar di lingkungan PTMA (Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah).
Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mencatat per Mei 2023, Guru Besar di lingkungan PTMA sejumlah 209 orang. Mu’ti memperkirakan apabila jumlah tersebut ditambah dengan Guru Besar Muhammadiyah di luar PTMA, akan mencapai lebih dari 500 orang.
Lihat Juga :