8 Mitos Keliru tentang PKN STAN yang Wajib Kamu Ketahui, Apa Saja?

Kamis, 03 Agustus 2023 - 09:03 WIB
loading...
8 Mitos Keliru tentang...
Ada sejumlah mitos sesat tentang kuliah di PKN STAN yang selama ini masih beredar di sebagian masyarakat. Salah satunya untuk diterima di PKN STAN bisa melalui orang dalam. Foto/Istmela
A A A
JAKARTA - Ini sejumlah mitos keliru tentang Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Administrasi Negara (PKN STAN) . Sudah menjadi rahasia umum bahwa PKN STAN merupakan salahs atu perguruan tinggi kedinasan yang paling diminati di Indonesia.

Hampir semua anak SMA mengetahui PKN STAN dan sebagian besar ingin menjadi bagian dari PKN STAN. Jumlah pendaftarnya pun sangatlah banyak. Bahkan mencapai ratusan ribu per tahunnya.

Seiring fakta yang menyebutkan bahwa lulusan PKN STAN memiliki masa depan jelas karena bisa diangkat sebagai PNS, sederet mitos salah kaprah tentang PKN STAN pun berseliweran di tengah masyarakat. Salah satu contoh misalnya bahwa masuk ke PKN STAN bisa melaui ‘orang dalam’. Biar tidak termakan berita sesat tentang PKN STAN, berikut ulasan mengenai 8 mitos tentang kampus PKN STAN yang perlu kamu ketahui.

Mitos-Mitos Tentang Kampus PKN STAN

1.Masuk PKN STAN Bisa Pakai Orang Dalam/Pakai Uang


Ini adalah mitos yang paling sering didengar. Bahwa untuk bisa diterima di PKN STAN harus mempunyai orang dalam/pakai uang. Akan tetapi semua itu hanya mitos. Pada kenyataannya pelaksanaan SPMB PKN STAN menggunakan sistem transparan dan tidak ada yang bisa dimanipulasi. Sehingga yang bisa diterima di PKN STAN adalah orang-orang terbaik.

2.Mahasiswa PKN STAN Sudah Pasti Lulus dan Langsung Bekerja


Anggapan ini muncul karena lulusan PKN STAN sudah pasti dapat penempatan kerja, dan melihat lulusan dari PKN STAN ada di berbagai instansi pemerintahan dan nggak ada yang terlihat pernah mengangur. Sehingga banyak yang menganggap mahasiswa PKN STAN otomatis cerdas dan nggak mungkin kena Drop Out (DO).

Nyatanya, PKN STAN termasuk Perguruan Tinggi Kedinasan dengan standar nilai yang tinggi. Jadi, ketika kamu nggak bisa memenuhi standar nilai yang telah ditetapkan. Kamu nggak akan bisa melanjutkan perkuliahan di PKN STAN alisan kena DO. Bukan hanya sampai di situ aja, ketika kamu sudah lulus pun kamu tak akan langsung bisa bekerja, karena ada beberapa kegiatan yang harus kamu jalanin sebelum kamu bisa bekerja.

3. Lulus Ujian Tulis PKN STAN = Diterima PKN STAN


Banyak di luar sana yang beranggapan bahwa apabila kita lulus di ujian tulis di SPMB PKN STAN, maka kita otomatis diterima di PKN STAN. Mereka menganggap ujian kesehatan dan lain lain hanya sebuah formalitas. Akan tetapi semua itu hanya mitos ya. Semua ujian, termasuk tes kesehatan tetap menentukan seseorang diterima atau tidak di PKN STAN.

Baca juga: Benarkah Lulusan PKN STAN Langsung Diangkat PNS? Ini Penjelasannya

4. Kuliah di PKN STAN Bayar


Ini sering kali jadi perbincangan di kalangan ibu-ibu bahwa kuliah di PKN STAN itu bayar. Tapi pada kenyataannya tidak seperti itu kok. Kuliah di PKN STAN 100% gratis. Tidak dipungut biaya sepersen pun. Ingat ya, yang gratis adalah biaya pendidikannya. Untuk makan dan kos, tentu kalian bayar sendiri.

5. Biaya Hidup Kuliah di PKN STAN Mahal


Ini salah besar ya. Menurut pengalaman sejumlah orang yang pernah kuliah di PKN STAN, biaya hidup selama kuliah di PKN STAN masih terjangkau alias tak mahal Karena di sekitar kampus banyak sekali warteg dengan harga murah.

6. Mahasiswa di PKN STAN Egois dan Infividualis

Banyak orang berpikir banyak mahasiswa PKN STAN egois dan mementingkan diri sendiri, mengingat PKN STAN menerapkan sistem DO. Akan tetapi itu salah besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jangan Jadi Korban!...
Jangan Jadi Korban! Ini Strategi Melawan Hoaks Lowongan Kerja yang Wajib Diketahui
Pendaftaran Poltek SSN...
Pendaftaran Poltek SSN 2026 Segera Dibuka? Lulusan Bisa Jadi CPNS
UPN Veteran Jakarta...
UPN Veteran Jakarta Perkuat Literasi Digital Warga untuk Cegah Penyebaran Hoaks
Dies Natalis ke-70,...
Dies Natalis ke-70, IPDN Perkuat Visi Jadi Kampus Kedinasan Bertaraf Dunia
10 Jurusan Kuliah Bergaji...
10 Jurusan Kuliah Bergaji Tinggi, dari Teknik Nuklir hingga Ekonomi
Kemenag Tegaskan Informasi...
Kemenag Tegaskan Informasi Pendaftaran CPNS dan PPPK yang Beredar Hoaks, Ini Faktanya
Viral Video Letusan...
Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau Disertai Semburan Api Merah, PVMBG: Hoaks Buatan AI
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Rizky Billar Laporkan...
Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Selingkuh dengan Anak Ramzi
Rekomendasi
Dorong Budaya Taat Pajak,...
Dorong Budaya Taat Pajak, Bapenda DKI Jakarta Beri Apresiasi Wajib Pajak PKB Teladan
IHSG Babak Belur di...
IHSG Babak Belur di Paruh Pertama 2026, Modal Asing Sepanjang Juni Kabur Rp19,63 Triliun
Defisit APBN 2026 Diprediksi...
Defisit APBN 2026 Diprediksi Bengkak Jadi Rp734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB
Berita Terkini
Istana Buckingham Buka...
Istana Buckingham Buka Lowongan Videografer Kerajaan, Berapa Gajinya?
Pengumuman Seleksi Ujian...
Pengumuman Seleksi Ujian Mandiri Undip 2026, Cek Kelulusan di Link Ini
Poltekkes Jakarta II...
Poltekkes Jakarta II Edukasi Lansia Diabetes soal Manfaat Gigi Tiruan di Kelurahan Pancoran
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Terbaru, Pendaftaran Dimulai 27 Juli dan Simak Caranya
Kemendikdasmen Alihkan...
Kemendikdasmen Alihkan Pengelolaan KNIU ke Kementerian Kebudayaan, Fokus Perkuat Peran UNESCO
UMB Gelar GEN Z SPEAKS:...
UMB Gelar GEN Z SPEAKS: Aware or Controlled?, Hadirkan Pandji hingga Rian Fahardhi
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved