Cerita 2 Wisudawan Perempuan yang Lulus Cum Laude Pascasarjana UGM dan Meraih IPK 4
Minggu, 06 Agustus 2023 - 14:54 WIB
loading...
A
A
A
Agar bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu, hingga lulus dengan predikat cum laude, Liza menerapkan strategi belajar dengan menetapkan target yang harus diselesaikan di setiap semesternya.
”Kuncinya, istiqomah, meski sedikit dan pelan, harus tetap dikerjakan satu demi satu dan tak lupa tentunya ridho dan doa dari suami yang selalu mendukung saya untuk melanjutkan studi,” imbuh Ibu dua anak berusia 4 dan 8 tahun ini.
Dalam menyelesaikan studi, tentu saja Liza menghadapi banyak tantangan karena mengalami masa pandemi Covid-19. Perjuangannya pun membuahkan hasil, dengan disertasi berjudul: Molekuler dan Biologis Gen Fusion Hemagglutinin-Neuraminidase Disease yang Diisolasi dari Ayam dan Burung Liar, Liza berhasil lulus dalam kurun waktu 3 tahun 10 bulan dan penelitian selama 2 tahun.
Berbeda dengan Liza, wisudawan Magister Teknik Sipil dengan IPK 4,0, Aisya Galuh Laksita juga mengalami tempaan yang tidak mudah dalam menempuh pendidikannya. Meskipun belum berkeluarga, Aisya mengaku mengalami naik turunnya ritme membagi waktu antara kerja dan studi.
Baca juga: Biaya Kuliah Kedokteran Mahal? Tenang, IPB Sediakan Beasiswa untuk Mahasiswa Tak Mampu
Namun, dukungan keluarga, membuatnya fokus pada belajar dan bekerja agar bisa lulus tepat waktu. Di sela-sela kesibukan jadwal kuliah, Aisya harus menyelesaikan pekerjaan di Departemen Fakultas Teknik sebagai asisten dalam bidang akademik, mempersiapkan akreditasi maupun penyusunan kurikulum serta menjadi asisten project dosen dan asisten mata kuliah.
”Kuncinya, istiqomah, meski sedikit dan pelan, harus tetap dikerjakan satu demi satu dan tak lupa tentunya ridho dan doa dari suami yang selalu mendukung saya untuk melanjutkan studi,” imbuh Ibu dua anak berusia 4 dan 8 tahun ini.
Dalam menyelesaikan studi, tentu saja Liza menghadapi banyak tantangan karena mengalami masa pandemi Covid-19. Perjuangannya pun membuahkan hasil, dengan disertasi berjudul: Molekuler dan Biologis Gen Fusion Hemagglutinin-Neuraminidase Disease yang Diisolasi dari Ayam dan Burung Liar, Liza berhasil lulus dalam kurun waktu 3 tahun 10 bulan dan penelitian selama 2 tahun.
Berbeda dengan Liza, wisudawan Magister Teknik Sipil dengan IPK 4,0, Aisya Galuh Laksita juga mengalami tempaan yang tidak mudah dalam menempuh pendidikannya. Meskipun belum berkeluarga, Aisya mengaku mengalami naik turunnya ritme membagi waktu antara kerja dan studi.
Baca juga: Biaya Kuliah Kedokteran Mahal? Tenang, IPB Sediakan Beasiswa untuk Mahasiswa Tak Mampu
Namun, dukungan keluarga, membuatnya fokus pada belajar dan bekerja agar bisa lulus tepat waktu. Di sela-sela kesibukan jadwal kuliah, Aisya harus menyelesaikan pekerjaan di Departemen Fakultas Teknik sebagai asisten dalam bidang akademik, mempersiapkan akreditasi maupun penyusunan kurikulum serta menjadi asisten project dosen dan asisten mata kuliah.
Lihat Juga :