Warga Yogyakarta Sediakan Wifi Murah Buat Ratusan Siswa Belajar Daring
Rabu, 29 Juli 2020 - 23:05 WIB
loading...
A
A
A
"Ini diterima sangat bagus oleh warga sehingga mengurangi beban pembelian paket data. Bisa dibayangkan jika anak anak sekolah lebih dari satu orang, berapa yang harus dikeluarkan. Namun sekarang warga Bintaran bisa mendapatkan layanan Internet sangat murah, " beber dia. (Baca juga: Khofifah Minta Kades Sediakan Akses Internet untuk Anak Sekolah Tak Mampu )
Salah satu warga Bintaran Kidul, Martiana (28) mengatakan, selama pembelajaran daring dia harus membelikan paket data minimal Rp100 ribu untuk satu bulan. Itu saja terkadang tidak cukup karena anaknya juga suka bermain game yang menggunakan paket data. "Dengan Konsep Linmas ini benar benar meringankan kami, karena sangat murah dan unlimited, " ulasnya.
Sementara, Direktur Partnership and Aplication PT PSP Kurniawan Madiharta mengatakan, pihaknya hanya suporting saja dalam program Limas ini. Semuanya konsep, kata dia merupakan inisiatif warga. “Kami hanya sediakan jasa Internet. Nah kemudian kita pasang satu antene utama, kemudian dihubungkan dengan wifi dengan radius 100 meter,” katanya.
Dari setiap penjualan pulsa bulanan Rp30.000, warga masih akan mendapatkan komisi senilai Rp5.000 yang dikelola paguyuban." Komisi ini bisa dipakai untuk kas warga dan mengembangkan jaringan. Untuk tahap awal ini kita berikan free dulu, ini untuk membuktikan kecepatannya,” katanya.
Salah satu warga Bintaran Kidul, Martiana (28) mengatakan, selama pembelajaran daring dia harus membelikan paket data minimal Rp100 ribu untuk satu bulan. Itu saja terkadang tidak cukup karena anaknya juga suka bermain game yang menggunakan paket data. "Dengan Konsep Linmas ini benar benar meringankan kami, karena sangat murah dan unlimited, " ulasnya.
Sementara, Direktur Partnership and Aplication PT PSP Kurniawan Madiharta mengatakan, pihaknya hanya suporting saja dalam program Limas ini. Semuanya konsep, kata dia merupakan inisiatif warga. “Kami hanya sediakan jasa Internet. Nah kemudian kita pasang satu antene utama, kemudian dihubungkan dengan wifi dengan radius 100 meter,” katanya.
Dari setiap penjualan pulsa bulanan Rp30.000, warga masih akan mendapatkan komisi senilai Rp5.000 yang dikelola paguyuban." Komisi ini bisa dipakai untuk kas warga dan mengembangkan jaringan. Untuk tahap awal ini kita berikan free dulu, ini untuk membuktikan kecepatannya,” katanya.
(mpw)
Lihat Juga :