5 Bidang Spesialis Jurusan Kedokteran yang Bisa Diambil Mahasiswa
Rabu, 16 Agustus 2023 - 13:05 WIB
loading...
Banyak bidang spesialis yang dapat diambil mahasiswa lulusan jurusan kedokteran. Foto/Freepik
A
A
A
JAKARTA - Ada banyak bidang spesialis yang dapat diambil mahasiswa lulusan jurusan kedokteran . Beberapa di antaranya bahkan cukup populer dan memiliki prospek bagus ke depannya.
Sesuai namanya, dokter spesialis adalah seorang dokter yang memiliki bidang spesialisasi tertentu. Untuk mendapat gelar spesialis, mereka wajib menempuh pendidikan lanjutan pada bidang spesialis terkait.
Terkait jenisnya sendiri, ada banyak dokter spesialis dengan keahlian khusus berbeda-beda. Jadi, mahasiswa lulusan jurusan Kedokteran bisa memilih salah satunya ketika memutuskan untuk menjadi dokter spesialis. Dari deretan panjang daftarnya, berikut ini beberapa contoh di antaranya.
Dokter spesialis anak (Sp.A) merupakan spesialis ilmu kedokteran yang berfokus pada diagnosis dan penanganan kesehatan anak. Mengutip laman Medical NewsToday, mereka membantu mendiagnosis kondisi medis pada anak.
Tak hanya berfokus pada aspek penunjang kesehatan anak, dokter spesialis anak juga membantu menangani gangguan kesehatan yang terjadi. Di antaranya seperti penyakit tertentu, alergi, dan lain sebagainya.
Baca Juga Apa Saja Beasiswa Kedokteran S1 dan S2 di Indonesia? Ini Infonya
Bagi mahasiswa lulusan kedokteran yang berminat menjadi dokter spesialis anak dapat mengikuti pendidikan lanjutan terlebih dahulu. Dalam hal ini, mereka bisa memilih untuk belajar di lembaga pendidikan terkait yang membukanya.
Berikutnya ada spesialis mata. Fokus bidang ini adalah menangani dan melakukan pemeriksaan terkait kerusakan, cedera, ataupun gangguan penglihatan pada mata.
Selain pemeriksaan mata, dokter spesialis mata (Sp.M) juga biasa memberikan resep obat atau kacamata kepada pasiennya. Pada perkembangannya. keberadaan spesialis mata pun cukup banyak dicari. Sehingga banyak juga lulusan kedokteran yang memiliki bidang tersebut.
Dokter spesialis kandungan dan ginekologi (Sp.OG) memiliki keahlian di bidang kehamilan dan persalinan (obsetri) serta kesehatan reproduksi wanita (ginekologi). Masing-masing bidang tersebut menangani layanan kesehatan yang berbeda.
Sesuai namanya, dokter spesialis adalah seorang dokter yang memiliki bidang spesialisasi tertentu. Untuk mendapat gelar spesialis, mereka wajib menempuh pendidikan lanjutan pada bidang spesialis terkait.
Terkait jenisnya sendiri, ada banyak dokter spesialis dengan keahlian khusus berbeda-beda. Jadi, mahasiswa lulusan jurusan Kedokteran bisa memilih salah satunya ketika memutuskan untuk menjadi dokter spesialis. Dari deretan panjang daftarnya, berikut ini beberapa contoh di antaranya.
Bidang Spesialis Jurusan Kedokteran
1. Spesialis Anak
Dokter spesialis anak (Sp.A) merupakan spesialis ilmu kedokteran yang berfokus pada diagnosis dan penanganan kesehatan anak. Mengutip laman Medical NewsToday, mereka membantu mendiagnosis kondisi medis pada anak.
Tak hanya berfokus pada aspek penunjang kesehatan anak, dokter spesialis anak juga membantu menangani gangguan kesehatan yang terjadi. Di antaranya seperti penyakit tertentu, alergi, dan lain sebagainya.
Baca Juga Apa Saja Beasiswa Kedokteran S1 dan S2 di Indonesia? Ini Infonya
Bagi mahasiswa lulusan kedokteran yang berminat menjadi dokter spesialis anak dapat mengikuti pendidikan lanjutan terlebih dahulu. Dalam hal ini, mereka bisa memilih untuk belajar di lembaga pendidikan terkait yang membukanya.
2. Spesialis Mata
Berikutnya ada spesialis mata. Fokus bidang ini adalah menangani dan melakukan pemeriksaan terkait kerusakan, cedera, ataupun gangguan penglihatan pada mata.
Selain pemeriksaan mata, dokter spesialis mata (Sp.M) juga biasa memberikan resep obat atau kacamata kepada pasiennya. Pada perkembangannya. keberadaan spesialis mata pun cukup banyak dicari. Sehingga banyak juga lulusan kedokteran yang memiliki bidang tersebut.
3. Spesialis Kandungan dan Ginekologi
Dokter spesialis kandungan dan ginekologi (Sp.OG) memiliki keahlian di bidang kehamilan dan persalinan (obsetri) serta kesehatan reproduksi wanita (ginekologi). Masing-masing bidang tersebut menangani layanan kesehatan yang berbeda.
Lihat Juga :