Mengenal Sinta, Wadah Menerbitkan Jurnal Ilmiah Terakreditasi, Penentu Karier Akademis Dosen?
Sabtu, 19 Agustus 2023 - 09:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: ITS Raih Akreditasi SINTA-3 untuk Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
Fitur berikutnya adalah research output . Fitur research output adalah fitur yang menampilkan semua luaran atau output yang telah dihasilkan. Baik dalam bentuk publikasi jurnal, buku ilmiah, maupun bentuk lainnya.
Fitur utama yang terakhir adalah score. Fitur score pada Sinta merupakan fitur yang menampilkan indeks keseluruhan publikasi jurnal. Mulai dari indeks di Sinta, kemudian di Google Scholar, lalu di Scopus, sampai hasil indeks di Inasti.
Sinta bukan hanya database yang menunjukan daftar jurnal nasional terakreditasi saja di Indonesia. Namun juga menjadi media bagi para dosen atau peneliti untuk menerbitkan jurnal hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Sinta kemudian berfungsi sebagai wadah untuk mendukung dan menerima publikasi jurnal hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tersebut. Sifatnya online, dan tentunya memudahkan para dosen mengurus penerbitan jurnal secara mandiri.
Fungsi kedua dari jurnal SInta adalah melakukan penilaian terhadap kinerja jurnal nasional yang sudah dipublikasikan oleh seluruh dosen dan peneliti di Indonesia. Sifatnya yang sudah terhubung dengan Google Scholar dan Scopus.
Sekaligus sudah ditunjang dengan fitur citation dan juga skor memungkinkan Sinta melakukan penelusuran hasil publikasi para dosen dan peneliti. Selain itu, Sinta terbagi menjadi beberapa kategori mulai dari Sinta 1 untuk akreditasi tertinggi sampai Sinta 6.
Dosen dan peneliti tentunya tidak hanya bisa menerbitkan jurnalnya ke jurnal Sinta. Bisa juga melakukan publikasi di database lain, misalnya Google Scholar dan Scopus untuk jurnal berbahasa Indonesia dan bahasa internasional yang diakui PBB (jurnal internasional).
Namun, dosen juga perlu mencoba melakukan penerbitan jurnal ke Sinta. Sebab Sinta dikenal punya keunggulan sudah tersinkronisasi dengan Google Scholar, Scopus, IPI, dan juga dengan Inasti.
Sehingga semua riwayat publikasi dosen baik dalam bentuk jurnal maupun buku akan tampil di laman Sinta. Selain itu ditunjang juga dengan empat fitur utama Sinta yang sudah dijelaskan sebelumnya. Hal ini akan membuat jurnal lebih banyak disitasi oleh masyarakat ilmiah.
Ada 6 tahapan yang perlu dilakukan dan dilewati agar sebuah jurnal bisa terindeks di Sinta. Berikut detailnya:
1. Jurnal yang akan diterbitkan di Sinta sebaiknya sudah didaftarkan untuk dinilai akreditasinya oleh ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional). Dilakukan secara online melalui laman ARJUNA.
3. Research Output
Fitur berikutnya adalah research output . Fitur research output adalah fitur yang menampilkan semua luaran atau output yang telah dihasilkan. Baik dalam bentuk publikasi jurnal, buku ilmiah, maupun bentuk lainnya.
4. Score
Fitur utama yang terakhir adalah score. Fitur score pada Sinta merupakan fitur yang menampilkan indeks keseluruhan publikasi jurnal. Mulai dari indeks di Sinta, kemudian di Google Scholar, lalu di Scopus, sampai hasil indeks di Inasti.
Fungsi Jurnal Sinta
1. Wadah Publikasi Online
Sinta bukan hanya database yang menunjukan daftar jurnal nasional terakreditasi saja di Indonesia. Namun juga menjadi media bagi para dosen atau peneliti untuk menerbitkan jurnal hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Sinta kemudian berfungsi sebagai wadah untuk mendukung dan menerima publikasi jurnal hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tersebut. Sifatnya online, dan tentunya memudahkan para dosen mengurus penerbitan jurnal secara mandiri.
2. Menilai Kinerja Jurnal
Fungsi kedua dari jurnal SInta adalah melakukan penilaian terhadap kinerja jurnal nasional yang sudah dipublikasikan oleh seluruh dosen dan peneliti di Indonesia. Sifatnya yang sudah terhubung dengan Google Scholar dan Scopus.
Sekaligus sudah ditunjang dengan fitur citation dan juga skor memungkinkan Sinta melakukan penelusuran hasil publikasi para dosen dan peneliti. Selain itu, Sinta terbagi menjadi beberapa kategori mulai dari Sinta 1 untuk akreditasi tertinggi sampai Sinta 6.
Keunggulan Jurnal Sinta
Dosen dan peneliti tentunya tidak hanya bisa menerbitkan jurnalnya ke jurnal Sinta. Bisa juga melakukan publikasi di database lain, misalnya Google Scholar dan Scopus untuk jurnal berbahasa Indonesia dan bahasa internasional yang diakui PBB (jurnal internasional).
Namun, dosen juga perlu mencoba melakukan penerbitan jurnal ke Sinta. Sebab Sinta dikenal punya keunggulan sudah tersinkronisasi dengan Google Scholar, Scopus, IPI, dan juga dengan Inasti.
Sehingga semua riwayat publikasi dosen baik dalam bentuk jurnal maupun buku akan tampil di laman Sinta. Selain itu ditunjang juga dengan empat fitur utama Sinta yang sudah dijelaskan sebelumnya. Hal ini akan membuat jurnal lebih banyak disitasi oleh masyarakat ilmiah.
Bagaimana Jurnal Bisa Terindeks di Sinta?
Ada 6 tahapan yang perlu dilakukan dan dilewati agar sebuah jurnal bisa terindeks di Sinta. Berikut detailnya:
1. Jurnal yang akan diterbitkan di Sinta sebaiknya sudah didaftarkan untuk dinilai akreditasinya oleh ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional). Dilakukan secara online melalui laman ARJUNA.
Lihat Juga :