5 Fakta Menarik Jurusan Astronomi ITB, Langka dan Satu-Satunya di Asia Tenggara
Minggu, 27 Agustus 2023 - 09:43 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 11 Lokasi Kampus PKN STAN Berbagai Kota di Indonesia, Ada Wilayahmu?
Pada 1951, NISV menyerahkan Observatorium Bosscha pada pemerintah Republik Indonesia. Pada 1951 juga menjadi tahun bersejarah karena pendidikan astronomi resmi berdiri dan dikukuhkannya Prof. Dr. Gale Bruno van Albada sebagai Guru Besar Astronomi.
Tata Surya, Fisika Bintang, serta Galaksi dan Kosmologi menjadi tiga bidang keahlian di Astronomi ITB. Selain itu, beberapa kuliah pilihan yang lebih bersifat terapan juga ditawarkan.
Seperti kuliah Statistika dan Data Mining yang lebih mengarah pada penerapan metode statistika dalam pengumpulan data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Kemudian ada kuliah Lintasan Satelit yang lebih mengarah pada Astronautika, kuliah Pengantar Instrumentasi Astronomi yang memperkenalkan kemajuan teknologi instrumentasi dalam Astronomi, dan kuliah Sistem Kalender yang nantinya dapat digunakan untuk penentuan hilal/awal bulan hijriah.
Dengan misi menghasilkan lulusan bidang astronomi dan astrofisika yang berkarakter kuat dan berdaya saing global, lulusan Astronomi ITB memiliki banyak prospek kerja, di antaranya:
1. Bidang Penelitian
Di lingkup nasional, alumni banyak berkiprah di lembaga penelitian seperti BRIN, BMKG, atau menjadi data analis perusahaan. Di lingkup Asia Tenggara, dan internasional.
Sebagian alumni Astronomi ITB ada yang berkarier di observatorium internasional seperti NARIT, STScI, atau menjadi dosen dan peneliti postdoctoral di berbagai universitas/observatorium.
2. Bidang Pengajaran
Pada 1951, NISV menyerahkan Observatorium Bosscha pada pemerintah Republik Indonesia. Pada 1951 juga menjadi tahun bersejarah karena pendidikan astronomi resmi berdiri dan dikukuhkannya Prof. Dr. Gale Bruno van Albada sebagai Guru Besar Astronomi.
4. Punya Kuliah Pilihan yang Menarik
Tata Surya, Fisika Bintang, serta Galaksi dan Kosmologi menjadi tiga bidang keahlian di Astronomi ITB. Selain itu, beberapa kuliah pilihan yang lebih bersifat terapan juga ditawarkan.
Seperti kuliah Statistika dan Data Mining yang lebih mengarah pada penerapan metode statistika dalam pengumpulan data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Kemudian ada kuliah Lintasan Satelit yang lebih mengarah pada Astronautika, kuliah Pengantar Instrumentasi Astronomi yang memperkenalkan kemajuan teknologi instrumentasi dalam Astronomi, dan kuliah Sistem Kalender yang nantinya dapat digunakan untuk penentuan hilal/awal bulan hijriah.
5. Prospek Kerja
Dengan misi menghasilkan lulusan bidang astronomi dan astrofisika yang berkarakter kuat dan berdaya saing global, lulusan Astronomi ITB memiliki banyak prospek kerja, di antaranya:
1. Bidang Penelitian
Di lingkup nasional, alumni banyak berkiprah di lembaga penelitian seperti BRIN, BMKG, atau menjadi data analis perusahaan. Di lingkup Asia Tenggara, dan internasional.
Sebagian alumni Astronomi ITB ada yang berkarier di observatorium internasional seperti NARIT, STScI, atau menjadi dosen dan peneliti postdoctoral di berbagai universitas/observatorium.
2. Bidang Pengajaran
Lihat Juga :