Soroti Ketimpangan Industri Garam, Pejabat KKP Raih Gelar Doktor Manajemen dan Bisnis IPB
Rabu, 30 Agustus 2023 - 15:23 WIB
loading...
Analis Kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rahmadi Sunoko berhasil meraih gelar Doktor Manajemen dan Bisnis di Sekolah Bisnis IPB dalam university, Bogor, Selasa (30/8/2023). Foto/Ist
A
A
A
BOGOR - Industri kecil menengah global yang bercirikan liberalisasi perdagangan telah menciptakan lingkungan baru dalam bisnis dan perdagangan.Liberalisasi perdagangan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menegah (UMKM).
Peran penting UMKM dalam menunjang perekonomian suatu negara, membuat negara-negara di dunia memberikan perhatian khusus dengan menerapkan berbagai strategi pengembangan dan pertumbuhan UMKM.
Salah satu peran penting UMKM adalah sebagai penyedia lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi. Pada industri garam nasional, peran industri kecil dan menengah (IKM) pengolahan garam sebagai offtaker garam yang diproduksi petambak garam lokal.
Namun demikian, kondisi sumber daya garam, kebijakan pemerintah dan tingkat persaingan antar industri kecil dan menengah (IKM) dengan industri besar pengolahan garam menciptakan peluang dan tantangan bagi keberlangsungan IKM pengolahan garam.
Menurut Promovendus Bidang Manajemen dan Bisnis IPB University, Rahmadi Sunoko, industri pengolahan garam nasional saat ini menghadapi persaingan tidak sehat (unfair competition). Sinyalemen persaiangan industri garam nasional yang tidak sehat itu terungkap pada sidang promosi terbuka Doktor Manajemen dan Bisnis oleh Rahmadi Sunoko berjudul “Strategi Peningkatan Daya Saing Pada Bisnis Industri Pengolahan Garam di Indonesia” yang digelar di Sekolah Bisnis IPB university, Bogor, Selasa (30/8/2023)
Baca juga: Inovasi Keren Mahasiswa ITS, Bisa Hubungkan Petani Garam dengan Industri
Di hadapan Dewan Penguji yakni Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin M.Sc., Prof. Dr. Ir. Rizal Sjarief Sjaiful Nazli D.E.S.S., Dr. Nimmi Zulbainarni S.Pi, M.Si dan Penguji eksternal Dr. Iwan Setiawan , M.Si dan Dr. Ir. Hartoyo M.Sc., Rahmadi yang saat ini menjabat sebagai Analis Kebijakan Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) ini berhasil mempertahankan Disertasinya sekaligus meraih Gelar DoktorManajemen dan Bisnis di Sekolah Bisnis IPB University.
Peran penting UMKM dalam menunjang perekonomian suatu negara, membuat negara-negara di dunia memberikan perhatian khusus dengan menerapkan berbagai strategi pengembangan dan pertumbuhan UMKM.
Salah satu peran penting UMKM adalah sebagai penyedia lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi. Pada industri garam nasional, peran industri kecil dan menengah (IKM) pengolahan garam sebagai offtaker garam yang diproduksi petambak garam lokal.
Namun demikian, kondisi sumber daya garam, kebijakan pemerintah dan tingkat persaingan antar industri kecil dan menengah (IKM) dengan industri besar pengolahan garam menciptakan peluang dan tantangan bagi keberlangsungan IKM pengolahan garam.
Menurut Promovendus Bidang Manajemen dan Bisnis IPB University, Rahmadi Sunoko, industri pengolahan garam nasional saat ini menghadapi persaingan tidak sehat (unfair competition). Sinyalemen persaiangan industri garam nasional yang tidak sehat itu terungkap pada sidang promosi terbuka Doktor Manajemen dan Bisnis oleh Rahmadi Sunoko berjudul “Strategi Peningkatan Daya Saing Pada Bisnis Industri Pengolahan Garam di Indonesia” yang digelar di Sekolah Bisnis IPB university, Bogor, Selasa (30/8/2023)
Baca juga: Inovasi Keren Mahasiswa ITS, Bisa Hubungkan Petani Garam dengan Industri
Di hadapan Dewan Penguji yakni Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin M.Sc., Prof. Dr. Ir. Rizal Sjarief Sjaiful Nazli D.E.S.S., Dr. Nimmi Zulbainarni S.Pi, M.Si dan Penguji eksternal Dr. Iwan Setiawan , M.Si dan Dr. Ir. Hartoyo M.Sc., Rahmadi yang saat ini menjabat sebagai Analis Kebijakan Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) ini berhasil mempertahankan Disertasinya sekaligus meraih Gelar DoktorManajemen dan Bisnis di Sekolah Bisnis IPB University.
Lihat Juga :