Penghapusan Skripsi Imbangi Praktik Umum Perkuliahan di Eropa dan Amerika
Rabu, 30 Agustus 2023 - 15:33 WIB
loading...
Penghapusan kewajiban skripsi sebagai syarat kelulusan mahasiswa sudah selaras dengan praktik umum di negara-negara Eropa bahkan juga Amerika. Foto/Freepik.
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Pendidikan Doni Koesoema mengungkapkan penghapusan kewajiban skripsi sebagai syarat kelulusan mahasiswa sudah selaras dengan praktik umum di negara-negara Eropa bahkan juga Amerika Serikat (AS).
“Menghapuskan kewajiban membuat skripsi untuk jenjang S1 menurut saya kebijakan yang selaras dengan praktik umum di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat,” ungkap Doni kepada MNC Portal, Rabu (30/8/2023).
Sehingga, kata Doni, tidak seharusnya mewajibkan pembuatan skripsi sebagai syarat kelulusan. Mengingat level S1 kompetensi pembelajarannya masih generik, umum, dan banyak berupa pengantar ke ilmu-ilmu yang lebih mendalam. “Jadi tidak mewajibkan pembuatan skripsi untuk kelulusan saya rasa relevan,” katanya.
Baca juga: Setuju Skripsi Dihapus, Dosen Unila Beri Catatan Khusus
Namun, Doni mengatakan kebijakan penghapusan skripsi ini harus diserahkan pada otonomi kampus yang lebih memahami kompetensi dasar bidang-bidang keilmuan yang disasar. Dia pun mengatakan bahwa Satuan Kredit Semester (SKS) sudah cukup menjadi bukti bagi kelulusan mahasiswa.
“Sebenarnya pemenuhan SKS sebagai bukti belajar ilmu-ilmu dasar di tingkat D3 atau S1 sudah mencukupi untuk menentukan kelulusan mahasiswa,” papar Doni.
“Menghapuskan kewajiban membuat skripsi untuk jenjang S1 menurut saya kebijakan yang selaras dengan praktik umum di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat,” ungkap Doni kepada MNC Portal, Rabu (30/8/2023).
Sehingga, kata Doni, tidak seharusnya mewajibkan pembuatan skripsi sebagai syarat kelulusan. Mengingat level S1 kompetensi pembelajarannya masih generik, umum, dan banyak berupa pengantar ke ilmu-ilmu yang lebih mendalam. “Jadi tidak mewajibkan pembuatan skripsi untuk kelulusan saya rasa relevan,” katanya.
Baca juga: Setuju Skripsi Dihapus, Dosen Unila Beri Catatan Khusus
Namun, Doni mengatakan kebijakan penghapusan skripsi ini harus diserahkan pada otonomi kampus yang lebih memahami kompetensi dasar bidang-bidang keilmuan yang disasar. Dia pun mengatakan bahwa Satuan Kredit Semester (SKS) sudah cukup menjadi bukti bagi kelulusan mahasiswa.
“Sebenarnya pemenuhan SKS sebagai bukti belajar ilmu-ilmu dasar di tingkat D3 atau S1 sudah mencukupi untuk menentukan kelulusan mahasiswa,” papar Doni.
Lihat Juga :