Apakah Benar Skripsi Itu Susah Sehingga Sekarang Tidak Diwajibkan Lagi? Ini Penjelasannya
Jum'at, 01 September 2023 - 10:07 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ini Penemu Skripsi yang Kini Tak Lagi Jadi Syarat Wajib Kelulusan di Indonesia
Hindari diri sudah mengetahui segalanya karena ini akan menutup diri menerima informasi penting yang sebelumnya kamu belum tau. Minat akan mendorong seseorang untuk terus bertanya mengapa begini, mengapa begitu.. hingga akhirnya dia telah menguasai ilmunya bahkan tanpa disadari.
Bisakah kamu merasakan topik skripsi itu sedikit membosankan karena memiliki judul yang itu itu saja? Padahal skripsi itu adalah penelitian, bisa penelitian unik asalkan masih sesuai dengan bidang ilmu yang kamu miliki.
Mengapa tidak memilih analisis kelayakan usaha tempe mendoan, dibanding harus preferensi konsumen terhadap produk? Ya, keduanya memang tidak masalah.. tetapi preferensi konsumen biasanya sedikit mudah ditebak hasilnya.
Rasa ketakutan sebelum memulai membuat mahasiswa biasanya malah menghindar. Padahal, tidak ada cara lain yang lebih tepat kecuali dengan mengenal lebih jauh dengan skripsi. Makin kenal maka makin cepat kamu akan melewati proses ini. Makin kenal maka status sarjana akan semakin mudah didapat.
Meskipun keliatannya membosankan, sebenarnya format laporan penelitian seperti skripsi mempunyai format baku. Format ini justru akan salah jika tidak dicontek. Seperti isi pendahuluan, metode, pembahasan, dan lain – lain. Jika kamu menulis isi bab metode yang seharusnya diisi di bab pembahasan, tentu akan salah.
Tujuan skripsi adalah untuk melatih mahasiswa merasakan proses dunia penelitian sehingga mental untuk kritis itu bisa muncul. Dalam proses skripsi, kamu akan dinilai bagaimana pemecahan masalah dan mengorganisasikan sesuatu. Ini pendapat saya pribadi lho
Jadi, jika kamu menemui masalah data baik dalam pengumpulan maupun pengolahan, jangan dulu berpikir dunia akan runtuh. Nikmati proses itu dan diskusikanlah kepada teman atau yang ahli. Karena dosen pun seharusnya tidak akan memaksakan sebuah penelitian yang memang tidak bisa dilanjutkan.
Hindari diri sudah mengetahui segalanya karena ini akan menutup diri menerima informasi penting yang sebelumnya kamu belum tau. Minat akan mendorong seseorang untuk terus bertanya mengapa begini, mengapa begitu.. hingga akhirnya dia telah menguasai ilmunya bahkan tanpa disadari.
6.Jarang Update Kondisi Terkini
Bisakah kamu merasakan topik skripsi itu sedikit membosankan karena memiliki judul yang itu itu saja? Padahal skripsi itu adalah penelitian, bisa penelitian unik asalkan masih sesuai dengan bidang ilmu yang kamu miliki.
Mengapa tidak memilih analisis kelayakan usaha tempe mendoan, dibanding harus preferensi konsumen terhadap produk? Ya, keduanya memang tidak masalah.. tetapi preferensi konsumen biasanya sedikit mudah ditebak hasilnya.
7.Tidak Mengetahui Format Penelitian
Rasa ketakutan sebelum memulai membuat mahasiswa biasanya malah menghindar. Padahal, tidak ada cara lain yang lebih tepat kecuali dengan mengenal lebih jauh dengan skripsi. Makin kenal maka makin cepat kamu akan melewati proses ini. Makin kenal maka status sarjana akan semakin mudah didapat.
Meskipun keliatannya membosankan, sebenarnya format laporan penelitian seperti skripsi mempunyai format baku. Format ini justru akan salah jika tidak dicontek. Seperti isi pendahuluan, metode, pembahasan, dan lain – lain. Jika kamu menulis isi bab metode yang seharusnya diisi di bab pembahasan, tentu akan salah.
8.Kurang Paham Tujuan Skripsi
Tujuan skripsi adalah untuk melatih mahasiswa merasakan proses dunia penelitian sehingga mental untuk kritis itu bisa muncul. Dalam proses skripsi, kamu akan dinilai bagaimana pemecahan masalah dan mengorganisasikan sesuatu. Ini pendapat saya pribadi lho
Jadi, jika kamu menemui masalah data baik dalam pengumpulan maupun pengolahan, jangan dulu berpikir dunia akan runtuh. Nikmati proses itu dan diskusikanlah kepada teman atau yang ahli. Karena dosen pun seharusnya tidak akan memaksakan sebuah penelitian yang memang tidak bisa dilanjutkan.
(wyn)
Lihat Juga :