SWA Jadi Tuan Rumah Pertunjukan Seni Bela Diri Shaolin Internasional
Selasa, 12 September 2023 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Dengan terpilihnya SWA sebagai tempat untuk menunjukkan seni bela diri Shaolin dari peserta yang berasal dari berbagai negara, ini sangat sesuai dengan komitmen SWA sebagai Sekolah Internasional yang menghargai tradisi dan budaya Asia.
Baca juga: Sabar Ya, Kelulusan PPG Prajab Gelombang 1 akan Diumumkan 15 September 2023
Dengan adanya acara ini, diharapkan para murid yang hadir dapat tertarik untuk belajar seni bela diri dan menjadi bagian aktif dalam melestarikan budaya bela diri tradisional Asia.
Sejarah Kungfu dimulai sekitar tahun 1.600 Masehi di Propinsi Fujian China Bagian Selatan, dikenal dengan nama Ngo Cho Kun dalam Bahasa Hokian, atau Five Ancestor Fist dalam Bahasa Inggris yang apabila di Indonesiakan adalah Tinju Lima Leluhur.
Shaolin Temple di Kota Quanzhou adalah pusat tempat dikembangkannya Kungfu ini ribuan tahun yang lalu sampai saat ini.
Kungfu ini berkembang luas di Asia Tenggara (Filipina, Malaysia, Singapura, Indonesia) sejalan dengan migrasi ahli ahli Kungfu dari Propinsi Fujian ke luar negri. Perkembangan Kungfu di Indonesia dikembangkan oleh Perguruan Kungfu Lo Ban Teng yang turut serta memprakarsai pendirian International South Shaolin Wuzuquan Federation.
Baca juga: Sabar Ya, Kelulusan PPG Prajab Gelombang 1 akan Diumumkan 15 September 2023
Dengan adanya acara ini, diharapkan para murid yang hadir dapat tertarik untuk belajar seni bela diri dan menjadi bagian aktif dalam melestarikan budaya bela diri tradisional Asia.
Sejarah Kungfu dimulai sekitar tahun 1.600 Masehi di Propinsi Fujian China Bagian Selatan, dikenal dengan nama Ngo Cho Kun dalam Bahasa Hokian, atau Five Ancestor Fist dalam Bahasa Inggris yang apabila di Indonesiakan adalah Tinju Lima Leluhur.
Shaolin Temple di Kota Quanzhou adalah pusat tempat dikembangkannya Kungfu ini ribuan tahun yang lalu sampai saat ini.
Kungfu ini berkembang luas di Asia Tenggara (Filipina, Malaysia, Singapura, Indonesia) sejalan dengan migrasi ahli ahli Kungfu dari Propinsi Fujian ke luar negri. Perkembangan Kungfu di Indonesia dikembangkan oleh Perguruan Kungfu Lo Ban Teng yang turut serta memprakarsai pendirian International South Shaolin Wuzuquan Federation.
(nnz)
Lihat Juga :