Ukrida Luluskan 42 Sarjana Terapan Optometri Pertama di Indonesia
Kamis, 21 September 2023 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
Kelulusan Optometris pertama di Indonesia tahun ini juga dipersiapkan untuk mendukung kampanye The International Agency for Prevention of Blindness (IAPB) pada World Sight Day tanggal 12 Oktober 2023 yang mengedepankan tema “Love Your Eyes at Work,” yang memfokuskan peranan optometri pada kesehatan mata di tempat kerja, mengingat semakin tingginya intensitas penggunaan mata sebagai organ penglihatan, agar mampu mendiagnosis dini permasalahan penglihatan akibat kerja, dan mencegah kebutaan.
Dalam melaksanakan tugas dan peranannya, Optometri tidak bekerja sendiri, tapi merupakan bagian dari suatu sistem yang melibatkan unsur pelayanan kesehatan bersama dengan dokter mata (ophthalmologist), unsur industri, serta unsur riset dan teknologi, antara lain industri optik termasuk kacamata, lensa kontak, dan farmasi.
Dalam perjalanan kehidupannya, manusia dapat mengalami perubahan atau masalah dalam penglihatan, baik secara alami seiring bertambahnya usia, kelainan bawaan, maupun akibat penyakit atau kecelakaan yang dapat mengganggu kemampuan penglihatannya, yang diagnosis, terapi, maupun proses rehabilitasinya memerlukan pertolongan, baik optometris atau dokter mata atau keduanya.
Brien Holden Vision Institute sebagaimana disarikan dalam The World Council of Optometry (WCO), menyatakan bahwa “Optometris adalah profesi praktisi keperawatan mata yang mandiri, melalui pendidikan dan diakui dengan pemberian lisensi.”
Komunitas Optometris bersama komunitas Dokter Mata, yang keduanya berperan penting sebagai praktisi kesehatan mata dan sistem penglihatan harus mampu mencegah kebutaan yang dapat dihindari (avoidable blindness).
Dunia pelayanan Optometri Indonesia masih sangat membutuhkan banyak tenaga optometris agar mampu mengatasi berbagai permasalahan kesehatan penglihatan masyarakat. Sebagai perbandingan, rasio 1 Optometris berbanding penduduk di Amerika antara 5.000-10.000, Kanada antara 6.000-8.000, Inggris 6.000-12.000.
Dalam melaksanakan tugas dan peranannya, Optometri tidak bekerja sendiri, tapi merupakan bagian dari suatu sistem yang melibatkan unsur pelayanan kesehatan bersama dengan dokter mata (ophthalmologist), unsur industri, serta unsur riset dan teknologi, antara lain industri optik termasuk kacamata, lensa kontak, dan farmasi.
Dalam perjalanan kehidupannya, manusia dapat mengalami perubahan atau masalah dalam penglihatan, baik secara alami seiring bertambahnya usia, kelainan bawaan, maupun akibat penyakit atau kecelakaan yang dapat mengganggu kemampuan penglihatannya, yang diagnosis, terapi, maupun proses rehabilitasinya memerlukan pertolongan, baik optometris atau dokter mata atau keduanya.
Brien Holden Vision Institute sebagaimana disarikan dalam The World Council of Optometry (WCO), menyatakan bahwa “Optometris adalah profesi praktisi keperawatan mata yang mandiri, melalui pendidikan dan diakui dengan pemberian lisensi.”
Komunitas Optometris bersama komunitas Dokter Mata, yang keduanya berperan penting sebagai praktisi kesehatan mata dan sistem penglihatan harus mampu mencegah kebutaan yang dapat dihindari (avoidable blindness).
Dunia pelayanan Optometri Indonesia masih sangat membutuhkan banyak tenaga optometris agar mampu mengatasi berbagai permasalahan kesehatan penglihatan masyarakat. Sebagai perbandingan, rasio 1 Optometris berbanding penduduk di Amerika antara 5.000-10.000, Kanada antara 6.000-8.000, Inggris 6.000-12.000.
(nnz)
Lihat Juga :