UMJ Kukuhkan Dekan FIP dan FISIP sebagai Guru Besar
Rabu, 27 September 2023 - 11:12 WIB
loading...
UMJ mengukuhkan dua Guru Besar baru yaitu Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Foto/UMJ.
A
A
A
JAKARTA - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mengukuhkan dua Guru Besar baru yaitu Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Prof. Dr. Iswan dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Prof. Dr. Evi Satispi. Prof Iswan menyampaikan orasi di bidang pendidikan dan Prof Evi tentang mitigasi risiko bencana.
Dr. Evi Satispi, dikukuhkan menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Administrasi Publik Berdasarkan Surat Keputusan Kemendikbudristekdikti RI Nomor 37010/M/07/2023 Tentang Kenaikan Jabatan Akademik Dosen. Dr. Evi Satispi dinaikkan jabatannya menjadi Guru Besar bidang Ilmu Administrasi Publik dengan angka kredit 852,50.
Pada pengukuhannya, Evi menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Formulasi kebijakan mitigasi risiko kebencanaan yang berbasis pada data science dan metode forecasting". Metode forecasting dengan gabungan big data dapat memberikan peringatan dini dalam menghadapi dan menangani bencana yang terjadi di Indonesia.
Baca juga: Intip Perbedaan Kelas Reguler dan Khusus di S2 UI, Tak Hanya Biaya
"Forecasting dapat mempolakan kejadian yang berulang dengan melihat kejadian masa lampau dan masa kini sehingga dapat memprediksi kejadian di masa yang akan datang. Peramalan bencana ini sangat penting dalam upaya mitigasi bencana, karena dapat membantu pemerintah untuk mengambil tindakan preventif, mengatur evakuasi, dan mengalokasikan sumber daya secara efektif," ujar Evi, melalui siaran pers, Rabu (27/9/2023).
Dr. Evi Satispi, dikukuhkan menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Administrasi Publik Berdasarkan Surat Keputusan Kemendikbudristekdikti RI Nomor 37010/M/07/2023 Tentang Kenaikan Jabatan Akademik Dosen. Dr. Evi Satispi dinaikkan jabatannya menjadi Guru Besar bidang Ilmu Administrasi Publik dengan angka kredit 852,50.
Pada pengukuhannya, Evi menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Formulasi kebijakan mitigasi risiko kebencanaan yang berbasis pada data science dan metode forecasting". Metode forecasting dengan gabungan big data dapat memberikan peringatan dini dalam menghadapi dan menangani bencana yang terjadi di Indonesia.
Baca juga: Intip Perbedaan Kelas Reguler dan Khusus di S2 UI, Tak Hanya Biaya
"Forecasting dapat mempolakan kejadian yang berulang dengan melihat kejadian masa lampau dan masa kini sehingga dapat memprediksi kejadian di masa yang akan datang. Peramalan bencana ini sangat penting dalam upaya mitigasi bencana, karena dapat membantu pemerintah untuk mengambil tindakan preventif, mengatur evakuasi, dan mengalokasikan sumber daya secara efektif," ujar Evi, melalui siaran pers, Rabu (27/9/2023).
Lihat Juga :