7 Penyebab Mahasiswa PKN STAN Diyatakan Drop Out, Status PNS Bisa Melayang

Sabtu, 07 Oktober 2023 - 10:39 WIB
loading...
7 Penyebab Mahasiswa...
Setidaknya ada 7 penyebab seorang mahasiswa di PKN STAN bisa dinyatakan drop out (DO), salah satunya ketahuan mencontek. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Ini 7 penyebab seorang mahasiswa bisa dinyatakan DO di PKN STAN . Drop out (DO) adalah kata yang sangat menyeramkan bagi semua mahasiswa. Sebab apabila terkena drop out berarti kita sudah tidak bisa lagi kuliah di kampus itu atau sudah dikeluarkan.

Banyak kampus yang menerapkan sistem Drop Out. Salah satu nya adalah Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN). Ancaman DO sangat ditakuti mahasiswa PKN STAN karena status PNS melayang hanya gara-gara terkena DO. Lalu apa saja yang bisa menyebabkan seorang mahasiswa PKN STAN dinyatakan DO? Artikel kali ini akan membahasnya, paling tidak ada 7 penyebab DO mahasiswa di PKT STAN, simak ya!

Sederet Penyebab Mahasiswa PKN STAN Dinyatakan DO


1. Mencontek


PKN STAN menerapkan system drop out (DO) bagi mahasiswa yang ketahuan mencontek. Khusus kasus yang satu ini, tidak ada toleransi sama sekali. Mencontek adalah hal yang haram di PKN STAN, karena itu berhubungan dengan masalah integritas. Apabila kita mencontek berarti tidak ada integritas di dalam diri kita. Jika tidak ada integritas didalam diri kita, maka tidak ada kursi di Politeknik Keuangan Negara STAN.

2. Tidak mencapai nilai minimal (IP) yang ditentukan


PKN STAN menerapkan nilai IP setiap semester minimal 2,75, Apabila kita mendapatkan IP kurang dari 2,75 di akhir semester, maka kita akan di drop out dari PKN STAN. Untuk itu rajinlah belajar.

3. Kehadiran mahasiswa kurang dari 80% setiap mata kuliah


Sebagai mahasiswa, kamu diberikan kesempatan sebanyak 20% dari semua pertemuan untuk tidak hadir (lebih baik 20% ini tidak digunakan ya). Sebagai contoh, semisal mata kuliah A memiliki 10x pertemuan, maka kamu wajib mengikutinya sebanyak 8x. Apabila kita hanya mengikuti sebanyak 7x, maka kamu akan di drop out. Pengecualian apabila terdapat hal-hal tertentu (semisal sakit keras), maka kamu diperbolehkan untuk cuti dan mengulang lagi di semester depan).

Baca juga: 6 Jurusan Paling Favorit di STAN, Mana Incaran Kamu?

4. Mendapatkan nilai E


Nilai juga berpengaruh terhadap drop out. Nilai E adalah nilai yang haram bagi mahawiswa PKN STAN. Apabila kita mendapatkan nilai E pada 1 mata kuliah saja, maka kita akan di drop out dari Politeknik Keuangan Negara STAN.

5. Mendapatkan nilai D pada MPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian), MPB (Mata Kuliah Perilaku Berkarya) dan MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya)


MPK MPB dan MKB ini adalah mata kuliah wajib tiap jurusan. Apabila jurusan pajak maka mata kuliah seperti PPh, PPN tidak boleh mendapatkan nilai D. Apabila mendapatkan nilai D maka kita akan di Drop Out.

6. Mendapatkan nilai D lebih dari 2 pada mata kuliah MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan) dan MBB (Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat).


Apakah PKN STAN tidak memperbolehkan mahasiswanya memiliki nilai D? Jawabannya boleh. Akan tetapi khusus mata kuliah MKK dan MKB. Jumlah nilai D nya pun tidak boleh lebih dari 2. Apabila kamu memiliki nilai D lebih dari 2 pada mata kuliah MKK dan MKB, maka kamu akan di Drop Out.

7. Indisipliner


Kegiatan indisipliner ini salah satunya adalah absensi. Tidak boleh kurang dari 80%. Selain itu kegiatan tidak terpuji lainnya seperti mencuri, berkelahi, memihal salah satu caleg saat pemilu, juga berpotensi menyebabkan drop out. Untuk itu jangan sekali kali melakukan hal itu
(wyn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rektor UIN Jakarta Tekankan...
Rektor UIN Jakarta Tekankan Dosen Hebat Kunci Lahirnya Mahasiswa Berkualitas dan Adaptif
President University...
President University Cetak 359 Inovasi Mahasiswa Lewat Economic Survival Exhibition 2026
MNC University Dukung...
MNC University Dukung KICAU 2026 FODJP, Dorong Pelajar Kenali Potensi dan Masa Depan
Mahasiswa Unsoed Antusias...
Mahasiswa Unsoed Antusias Saksikan Taping Rakyat Bersuara di iNews Media Group Campus Connect 2026
Anies Dorong Mahasiswa...
Anies Dorong Mahasiswa Kuasai AI: Itu Asisten, Jangan Jadi Substitute
IPK Bukan Segalanya,...
IPK Bukan Segalanya, Vina Muliana Bocorkan Cara HR Menilai Calon Karyawan
Pengembangan Usaha Kreatif,...
Pengembangan Usaha Kreatif, Mahasiswa UMB Raih Juara Nasional UNEX 2026 di Karawang
PDIP Ingatkan Syarat...
PDIP Ingatkan Syarat BPJS Kesehatan bagi Mahasiswa Tidak Memberatkan
Geser Paradigma Lama,...
Geser Paradigma Lama, Mahasiswa Didorong Kejar Kompetensi Ketimbang Selembar Ijazah
Rekomendasi
KPK Tahan Wamen Imipas...
KPK Tahan Wamen Imipas Silmy Karim dan Eks Plt Dirjen Imigrasi Saffar Godam
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Berita Terkini
PNJ Telaah Sanksi Tindak...
PNJ Telaah Sanksi Tindak Asusila Sesama Jenis di Kampus
Peneliti Universitas...
Peneliti Universitas Jember Buktikan Tanaman Liar Kalimantan Efektif Turunkan Gula Darah
Mahasiswa MNC University...
Mahasiswa MNC University Pelajari Praktik Layanan Pelanggan Industri Perbankan melalui Company Visit ke Halo BCA
Kemendikdasmen Serahkan...
Kemendikdasmen Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran
Profil Pendidikan Agustina...
Profil Pendidikan Agustina Arumsari yang Ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN
President University...
President University Tembus 165 Besar Dunia di WURI 2026
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved