Diikuti 12.823 MI, AKMI 2023 Bertujuan Mendiagnosis Kemampuan Literasi Siswa Madrasah
Sabtu, 07 Oktober 2023 - 13:06 WIB
loading...
Diikuti 12.823 MI, Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) 2023 bertujuan mendiagnosis kemampuan literasi siswa madrasah. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama melalui Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah kembali menggelar Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) yang berlangsung 2 – 14 Oktober 2023. AKMI 2023 diikuti oleh 351.666 siswa dari 12.823 Madrasah Ibtidaiyah (MI) seluruh Indonesia. AKMI diharapkan bisa menjadi metode untuk mendiagnosis kemampuan literasi siswa madrasah
AKMI merupakan bagian dari program Realizing Education's Promise-Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR) atau Reformasi Madrasah, Kementerian Agama Republik Indonesia bekerjasama dengan Bank Dunia. Hasil AKMI akan menjadi informasi penting yang dapat digunakan oleh semua pemangku kepentingan baik dari tingkat guru madrasah, kepala madrasah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, dan tentu saja Kementerian Agama Republik Indonesia pusat.
Plt. Direktur KSKK Madrasah, Kementerian Agama RI, Muchamad Sidik Sisdiyanto mengatakan AKMI harus dilakukan dengan penuh kejujuran. Karena kejujuran merupakan kunci kemanfaatan hasil AKMI nantinya.
“Hasil AKMI yang jujur akan memberikan informasi yang dapat digunakan untuk membuat kebijakan yang efektif dan tepat sasaran di setiap tingkatan pengambil kebijakan,” kata Sidik dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (06/10/2023).
Baca juga: Kemenag Asesmen Kompetensi 269.711 Guru, Kepala dan Pengawas Madrasah
Sidik menegaskan semua petugas yang terlibat dalam pelaksanaan AKMI diharapkan untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mencemari hasil AKMI, seperti membantu siswa dalam menjawab soal, melakukan drilling siswa dalam menjawab soal AKMI sebelum pelaksanaan dan lain-lain. “Hasil AKMI harus murni merupakan hasil kerja keras siswa yang menunjukkan tingkat kemampuan literasi mereka,” tegasnya.
Berbeda dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer atau ANBK yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi yang bertujuan untuk mengevaluasi sistem pendidikan di Indonesia, AKMI bertujuan untuk melakukan diagnosis kemampuan literasi setiap siswa madrasah.
AKMI merupakan bagian dari program Realizing Education's Promise-Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR) atau Reformasi Madrasah, Kementerian Agama Republik Indonesia bekerjasama dengan Bank Dunia. Hasil AKMI akan menjadi informasi penting yang dapat digunakan oleh semua pemangku kepentingan baik dari tingkat guru madrasah, kepala madrasah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, dan tentu saja Kementerian Agama Republik Indonesia pusat.
Plt. Direktur KSKK Madrasah, Kementerian Agama RI, Muchamad Sidik Sisdiyanto mengatakan AKMI harus dilakukan dengan penuh kejujuran. Karena kejujuran merupakan kunci kemanfaatan hasil AKMI nantinya.
“Hasil AKMI yang jujur akan memberikan informasi yang dapat digunakan untuk membuat kebijakan yang efektif dan tepat sasaran di setiap tingkatan pengambil kebijakan,” kata Sidik dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (06/10/2023).
Baca juga: Kemenag Asesmen Kompetensi 269.711 Guru, Kepala dan Pengawas Madrasah
Sidik menegaskan semua petugas yang terlibat dalam pelaksanaan AKMI diharapkan untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mencemari hasil AKMI, seperti membantu siswa dalam menjawab soal, melakukan drilling siswa dalam menjawab soal AKMI sebelum pelaksanaan dan lain-lain. “Hasil AKMI harus murni merupakan hasil kerja keras siswa yang menunjukkan tingkat kemampuan literasi mereka,” tegasnya.
Berbeda dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer atau ANBK yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi yang bertujuan untuk mengevaluasi sistem pendidikan di Indonesia, AKMI bertujuan untuk melakukan diagnosis kemampuan literasi setiap siswa madrasah.
Lihat Juga :