Tanpa Kontak Fisik, Perundungan Tetap Bisa Terjadi
Selasa, 04 Agustus 2020 - 10:37 WIB
loading...
A
A
A
"Baik pelaku dan korban memiliki kepercayaan yang kurang baik. Cuma mereka mengeluarkan dengan cara yang berbeda. Jadi yang satu dengan pede mengambil jalan ekstrem ke sebelah dengan mem-bully orang lain biar kelihatan keren. Yang satu karena enggak pede, enggak berani melawan," katanya.(Baca juga: Edukasi Medsos untuk Anak Demi Hindari Perundungan Siber )
Anak-anak dan remaja yang memiliki kepercayaan diri baik tidak akan melakukan perundungan dan menjadi korban. Dia menyatakan akar masalah perundungan itu bukan di sekolah tapi dari rumah. Anak-anak kemungkinan mencontoh perilaku orang-orang di rumah dan lingkungan rumahnya.
Menurut Rosdiana, sekolah dan orang tua harus bekerja sama dengan baik untuk mencegah dan menangani perundungan. Setiap menemukan perundungan, orang tua harus melapor ke sekolah. "Sekolah harus bertindak karena terjadi dalam jam sekolah walau (belajar) di rumah. Sekolah berani negur, ada hukuman, sekolah kan mempunyai aturan," katanya.
Tindakan perundungan akan memiliki dampak psikolog terhadap anak. "Kalau trauma itu lebih baik ke profesional. Trauma gitu harus dihilangin. Yang di-treat itu bukan hanya korban. Yang nge-bully juga harus dikonsultasikan. Itu bermasalah kedua belah pihak," katanya.
Anak-anak dan remaja yang memiliki kepercayaan diri baik tidak akan melakukan perundungan dan menjadi korban. Dia menyatakan akar masalah perundungan itu bukan di sekolah tapi dari rumah. Anak-anak kemungkinan mencontoh perilaku orang-orang di rumah dan lingkungan rumahnya.
Menurut Rosdiana, sekolah dan orang tua harus bekerja sama dengan baik untuk mencegah dan menangani perundungan. Setiap menemukan perundungan, orang tua harus melapor ke sekolah. "Sekolah harus bertindak karena terjadi dalam jam sekolah walau (belajar) di rumah. Sekolah berani negur, ada hukuman, sekolah kan mempunyai aturan," katanya.
Tindakan perundungan akan memiliki dampak psikolog terhadap anak. "Kalau trauma itu lebih baik ke profesional. Trauma gitu harus dihilangin. Yang di-treat itu bukan hanya korban. Yang nge-bully juga harus dikonsultasikan. Itu bermasalah kedua belah pihak," katanya.
(abd)
Lihat Juga :