Kisah Ikhram, Anak PMI Malaysia Penerima Beasiswa ADEM yang Ingin Berkarier di Dunia Perhotelan
Selasa, 17 Oktober 2023 - 15:49 WIB
loading...
A
A
A
Saat dia mengetahui lolos seleksi akhir, perasaannya campur aduk antara senang, bangga, sekaligus juga sedih. Sedih karena dia anak laki-laki satunya di keluarga harus pergi jauh dari orang tua dan adik-adik yang harus dilindunginya.
Laki-laki kelahiran 1 Januari 2007 ini diterima beasiswa ADEM Repatriasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ke SMK Pelita Madani Pringsewu di provinsi Lampung.
Baca juga: Kisah Arip Muttaqien, Alumni Generasi Pertama Beasiswa LPDP Kini Berkarier di Sekretariat ASEAN
Ikhram mengungkapkan, perbedaan mendasar antara sekolah di CLC dan di Indonesia adalah keterbatasan jumlah guru. Di Malaysia, satu guru harus mengajari semua mata pelajaran. Dia pun terkejut ketika mengetahui di Indonesia satu guru hanya mengajari satu mata pelajaran saja.
"Guru yang jurusan bahasa Indonesia terpaksa ngajarin Bahasa Inggris dan juga Matematika. Jadi mereka terpaksa belajar ulang untuk membantu kami belajar," tuturnya.
Ikhram menuturkan, jadwal sekolahnya dimulai dari jam 1 siang sampai pukul 5 sore. Hal ini karena di CLC hanya ada satu bangunan sekolah dan harus dibagi dua antara sekolah dasar yang dimulai pagi dan SMP untuk siang ke sore hari.
Untuk pergi ke sekolah, Ikhram harus berjalan kaki selama 15 menit dari sekolahnya. Seusai dia menuntut ilmu, Ikhram pun akan membantu keluarganya di kebun sawit.
Ikhram kini hidup beda pulau dan beda negara dengan keluarganya. Apa yang membuatnya semangat merantau ke Indonesia? "Saya ingin mengubah nasib. Kami tidak punya apa-apa tapi Insya Allah dengan merantau saya bisa membahagiakan orang tua dan keluarga saya," tuturnya.
Semangatnya untuk mengubah nasib semakin membara tatkala dia ingat pesan ayahandanya. "Saya juga tertanam motivasi dari bapak, dia bilang biarlah bapak yang susah asalkan kamu jangan," ucap Ikhram mengingat motivasi dia sekolah di Indonesia.
Ikhram mengaku sering kangen dengan kedua orang tuanya. Melalui ponselnya setiap malam dia menelpon keluarganya untuk mengobati rasa rindunya itu. Tak lupa kedua orang tuanya memberikan semangat agar anaknya itu berjuang menamatkan sekolahnya di Lampung dan mewujudkan cita-citanya.
Di SMK Pelita Madani Ikhram akan belajar di jurusan Perhotelan dan dia mengakui sangat tertarik dengan dunia perhotelan. Bagaimana cara mengelola jasa penginapan, layanan makanan dan minuman, hingga teknik melayani tamu ingin dia pelajari lebih dalam di SMK Pelita Madani.
Lanjut Sekolah ke SMK di Lampung
Laki-laki kelahiran 1 Januari 2007 ini diterima beasiswa ADEM Repatriasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ke SMK Pelita Madani Pringsewu di provinsi Lampung.
Baca juga: Kisah Arip Muttaqien, Alumni Generasi Pertama Beasiswa LPDP Kini Berkarier di Sekretariat ASEAN
Ikhram mengungkapkan, perbedaan mendasar antara sekolah di CLC dan di Indonesia adalah keterbatasan jumlah guru. Di Malaysia, satu guru harus mengajari semua mata pelajaran. Dia pun terkejut ketika mengetahui di Indonesia satu guru hanya mengajari satu mata pelajaran saja.
"Guru yang jurusan bahasa Indonesia terpaksa ngajarin Bahasa Inggris dan juga Matematika. Jadi mereka terpaksa belajar ulang untuk membantu kami belajar," tuturnya.
Ikhram menuturkan, jadwal sekolahnya dimulai dari jam 1 siang sampai pukul 5 sore. Hal ini karena di CLC hanya ada satu bangunan sekolah dan harus dibagi dua antara sekolah dasar yang dimulai pagi dan SMP untuk siang ke sore hari.
Untuk pergi ke sekolah, Ikhram harus berjalan kaki selama 15 menit dari sekolahnya. Seusai dia menuntut ilmu, Ikhram pun akan membantu keluarganya di kebun sawit.
Pergi Jauh untuk Mengubah Nasib Keluarga
Ikhram kini hidup beda pulau dan beda negara dengan keluarganya. Apa yang membuatnya semangat merantau ke Indonesia? "Saya ingin mengubah nasib. Kami tidak punya apa-apa tapi Insya Allah dengan merantau saya bisa membahagiakan orang tua dan keluarga saya," tuturnya.
Semangatnya untuk mengubah nasib semakin membara tatkala dia ingat pesan ayahandanya. "Saya juga tertanam motivasi dari bapak, dia bilang biarlah bapak yang susah asalkan kamu jangan," ucap Ikhram mengingat motivasi dia sekolah di Indonesia.
Ingin Berkarier di Dunia Perhotelan
Ikhram mengaku sering kangen dengan kedua orang tuanya. Melalui ponselnya setiap malam dia menelpon keluarganya untuk mengobati rasa rindunya itu. Tak lupa kedua orang tuanya memberikan semangat agar anaknya itu berjuang menamatkan sekolahnya di Lampung dan mewujudkan cita-citanya.
Di SMK Pelita Madani Ikhram akan belajar di jurusan Perhotelan dan dia mengakui sangat tertarik dengan dunia perhotelan. Bagaimana cara mengelola jasa penginapan, layanan makanan dan minuman, hingga teknik melayani tamu ingin dia pelajari lebih dalam di SMK Pelita Madani.
Lihat Juga :