3 Jurusan Kuliah Mahfud MD dari S1 hingga S3, Satu Almamater Denganmu?
Senin, 23 Oktober 2023 - 13:47 WIB
loading...
A
A
A
Jurusan Hukum Tata Negara UGM juga menjadi tempat Mahfud MD melanjutkan jenjang kuliah S3 atau doktoral. Mahfud lulus S3 pada 1993 dan tercatat sebagai mahasiswa doktoral yang lulus cepat yakni 2 tahun 8 bulan.
Mahfud mendapat beasiswa penuh dari UII untuk melanjutkan kuliah S2 di UGM. Ketika itu, ia mengambil studi ilmu politik. Sejak SMP, mantan hakim konstitusi itu tertarik pada ingar bingar kampanye pemilihan umum.
Di situlah bibit-bibit kecintaannya pada politik terlihat. Semasa kuliah, kecintaannya pada politik semakin membuncah. Ia lalu malang melintang di berbagai organisasi kemahasiswaan intrauniversitas seperti Senat Mahasiswa, Badan Perwakilan Mahasiswa, dan pers mahasiswa.
Keputusan Mahfud untuk mengambil ilmu politik yang berbeda dengan konsentrasinya di bidang hukum tata negara bukan tanpa konsekuensi. Sebab, studi lanjut di luar bidangnya seperti itu tidak akan dihitung dalam jenjang kepangkatan sebagai dosen.
Karena itu, selepas lulus S2, mantan wakil ketua badan legislatif DPR ini melanjutkan pendidikan doktor (S3) bidang Ilmu Hukum Tata Negara di Program Pasca Sarjana UGM dan lulus pada 1993.
Mahfud tercatat sebagai dosen tetap Fakultas Hukum UII pertama yang meraih doktor pada 1993. Dengan usia 41 tahun, ia tergolong sebagai guru besar termuda pada masanya bersama Yusril Ihza Mahendra.
2. Jurusan Sastra Arab
Pada 1978, setelah menamatkan pendidikan di PHIN, Mahfud tak hanya berkuliah di jurusan Hukum Tata Negara UII. Namun dia juga kuliah jurusan Sastra Arab Fakultas Budaya dan Sastra di UGM. Mahfud berusaha keras membiayai kedua kuliahnya dengan aktif menulis di surat kabar umum dan berburu beasiswa.3. S2 Jurusan Ilmu Politik
Mahfud mendapat beasiswa penuh dari UII untuk melanjutkan kuliah S2 di UGM. Ketika itu, ia mengambil studi ilmu politik. Sejak SMP, mantan hakim konstitusi itu tertarik pada ingar bingar kampanye pemilihan umum.
Di situlah bibit-bibit kecintaannya pada politik terlihat. Semasa kuliah, kecintaannya pada politik semakin membuncah. Ia lalu malang melintang di berbagai organisasi kemahasiswaan intrauniversitas seperti Senat Mahasiswa, Badan Perwakilan Mahasiswa, dan pers mahasiswa.
Keputusan Mahfud untuk mengambil ilmu politik yang berbeda dengan konsentrasinya di bidang hukum tata negara bukan tanpa konsekuensi. Sebab, studi lanjut di luar bidangnya seperti itu tidak akan dihitung dalam jenjang kepangkatan sebagai dosen.
Karena itu, selepas lulus S2, mantan wakil ketua badan legislatif DPR ini melanjutkan pendidikan doktor (S3) bidang Ilmu Hukum Tata Negara di Program Pasca Sarjana UGM dan lulus pada 1993.
Mahfud tercatat sebagai dosen tetap Fakultas Hukum UII pertama yang meraih doktor pada 1993. Dengan usia 41 tahun, ia tergolong sebagai guru besar termuda pada masanya bersama Yusril Ihza Mahendra.
(nnz)
Lihat Juga :