Indonesia-Inggris Sepakat Kerja Sama Riset Penanggulangan COVID-19
Rabu, 05 Agustus 2020 - 16:10 WIB
loading...
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Inggris sepakat untuk memperpanjang kemitraan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi hingga 2025. Salah satu riset yang akan dikerjasamakan ialah di bidang kesehatan terutama pada penanggulangan Covid-19 .
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, kerja sama bilateral antara Indonesia dan Inggris khususnya dalam riset dan inovasi telah berjalan sejak 2015. Kerja sama ini pun semakin intens berjalan terutama di bawah skema program Newton Fund. Selama 2015-2019 pun telah ada lebih dari 2.200 publikasi internasional yang dibuat. Ruang lingkup kerja sama ini mulai dari riset dasar, fundamental hingga terapan.
Dia menjelaskan, kolaborasi riset dan inovasi yang telah berjalan ini telah menghasilkan banyak kontribusi bagi pembangunan ekonomi kedua negara. Bambang mengaku dia telah berkomunikasi dengan Menteri Ilmu Pengetahuan, Riset dan Inovasi Inggris Amanda Solloway untuk meneruskan kerja sama yang telah ada ini. (Baca juga: UNS Kerja Sama dengan ThorCon International tentang Pengembangan Nuklir )
Secara lebih spesifik, katanya, kementerian mengusulkan kerja sama ke depan dapat difokuskan pada riset bidang kesehatan. Selanjutnya riset bidang energi baru terbarukan dan transportasi. ''Khususnya untuk percepatan penanggulangan COVID-19. Baik terkait pembuatan vaksin, obat, alat kesehatan dan pendukung lainnya,'' katanya pada penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) oleh Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro dan Menteri Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Inovasi Inggris, Amanda Solloway MP, Rabu (5/8).
Sains, teknologi, dan inovasi adalah aspek penting dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Contoh penelitian Indonesia-Inggris yang sudah berjalan meliputi riset tentang peningkatan hasil panen dan ketahanan pertanian terhadap perubahan iklim; memperkuat pertahanan dan kemampuan deteksi cuaca ekstrim; dan pencegahan penyebaran penyakit menular.
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, kerja sama bilateral antara Indonesia dan Inggris khususnya dalam riset dan inovasi telah berjalan sejak 2015. Kerja sama ini pun semakin intens berjalan terutama di bawah skema program Newton Fund. Selama 2015-2019 pun telah ada lebih dari 2.200 publikasi internasional yang dibuat. Ruang lingkup kerja sama ini mulai dari riset dasar, fundamental hingga terapan.
Dia menjelaskan, kolaborasi riset dan inovasi yang telah berjalan ini telah menghasilkan banyak kontribusi bagi pembangunan ekonomi kedua negara. Bambang mengaku dia telah berkomunikasi dengan Menteri Ilmu Pengetahuan, Riset dan Inovasi Inggris Amanda Solloway untuk meneruskan kerja sama yang telah ada ini. (Baca juga: UNS Kerja Sama dengan ThorCon International tentang Pengembangan Nuklir )
Secara lebih spesifik, katanya, kementerian mengusulkan kerja sama ke depan dapat difokuskan pada riset bidang kesehatan. Selanjutnya riset bidang energi baru terbarukan dan transportasi. ''Khususnya untuk percepatan penanggulangan COVID-19. Baik terkait pembuatan vaksin, obat, alat kesehatan dan pendukung lainnya,'' katanya pada penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) oleh Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro dan Menteri Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Inovasi Inggris, Amanda Solloway MP, Rabu (5/8).
Sains, teknologi, dan inovasi adalah aspek penting dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Contoh penelitian Indonesia-Inggris yang sudah berjalan meliputi riset tentang peningkatan hasil panen dan ketahanan pertanian terhadap perubahan iklim; memperkuat pertahanan dan kemampuan deteksi cuaca ekstrim; dan pencegahan penyebaran penyakit menular.
Lihat Juga :