Ornamen Header
5 Kontribusi Unpad dalam Penanganan Virus Corona
5 Kontribusi Unpad dalam Penanganan Virus Corona
Rektor Unpad Rina Indiastuti saat memberikan sambutan pada Wisuda secara daring dan luring di Grha Sanusi Hardjadinata. Foto/Humas Unpad
BANDUNG - Para ahli dari seluruh dunia saat ini masih berupaya untuk membuat vaksin ataupun alat yang bisa menanggulangi virus Corona.Universitas Padjajaran (Unpad) pun tidak ketinggalan untuk ikut berkontribusi dalam penanggulangan Corona di Indonesia.

Rektor Unpad Rina Indiastuti mengaku bangga karena kalangan akademisi di kampusnya turut serta memberikan berpartisipasi dalam penanganan virus Corona. (Baca juga: Indonesia-Inggris Sepakat Kerja Sama Riset Penanggulangan COVID-19)

"Kita semua patut bangga karena dosen dan peneliti Unpad telah memberikan kontribusi nyata dalam penanganan pandemi COVID-19," katanya pada Wisuda Lulusan Gelombang III dan IV Tahun Akademik 2019/2020 melalui siaran pers, Rabu (5/8).

Rina menyebutkan, kontribusi pertama kampusnya adalah membuat aplikasi Mawas Diri COVID-19 (Amari Covid-19) yang dapat membantu masyarakat melakukan pemeriksaan mandiri terkait risiko terpapar infeksi COVID-19.

Selain itu, adanya Laboratorium Bio Safety Level 2(BSL 2) dan Bio Safety Lecel 3 (BSL 3) Unpad yang difungsikan sebagai tempat pemeriksaan sampel COVID-19. (Baca juga: Pandemi Bukan Rintangan, 3 Dosen ITS Lolos Program World Class Professor)



Unpad melalui Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK juga berkolaborasi dengan ITB mengembangkan ventilator portable “Vent-I” sebagai alat bantu pernafasan pasien COVID-19.

Tidak hanya itu, Inovasi riset peneliti di Laboratorium Biomolekuler dan Bioinformatika Unpad berkolaborasi dengan industri menghasilkan alat tes deteksi CePAD berbasis antigen untuk mengetahui keberadaan virus COVID-19. (Baca juga: Unpad Gelar Wisuda Hybrid Kombinasi Luring dan Daring)

"Unpad menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang ditunjuk PT Bio Farma sebagai pelaksana uji klinis vaksin Covid-19 di Indonesia. Vaksin tersebut dikembangkan oleh perusahaan Sinovac Biotech, Tiongkok," ungkapnya.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!