Mahasiswa UMSurabaya Persembahkan Alat Penangkal Corona Otomatis
Kamis, 06 Agustus 2020 - 17:34 WIB
loading...
A
A
A
"Intinya kita ingin memberikan sarana yang mudah dalam rangka mengedukasi pada masyarakat mengenai 3 M itu seperti mencuci tangan maupun menjaga jarak. Tapi juga kita bekali dengan sarana yang bisa dibuat dengan mudah di domisili masing-masing mahasiswa itu," tuturnya. (Baca juga: NU Akhirnya Putuskan Tetap Ikut POP Kemendikbud )
Sukadiono menjelaskan, KKN tahun ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, KKN dilaksanakan di tengah suasana pandemi COVID-19. Terkait kondisi tersebut, maka lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) UMSurabaya, sebagai lembaga pelaksana menetapkan KKN yang berbasis domisili mahasiswa.
"Hal tersebut bertujuan untuk mencegah perpindahan mahasiswa antar kabupaten, provinsi bahkan antar negara ke satu titik yang sangat beresiko tehadap persebaran COVID-19,"ujarnya.
KKN di era pandemi berbasis domisili ini, lanjut Sukadiono, diikuti oleh 1001 mahasiswa yang tersebar di berbagai wilayah. Mereka ada di propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Papua Barat, NTB, NTT, Bali, Riau, dan beberapa propinsi lainnya. Peserta KKN terjauh berasal dari Thailand.
Dalam program KKN di Era Pandemi ini, mahasiswa diwajibkan untuk membuat program wajib serta program tambahan. Yaitu program wajib terkait pecegahan persebaran COVID-19. Program tambahan terkait dengan pembuatan teknologi tepat guna (TTG) atau pendampingan UMKM yang terkena dampak COVID-19.
Sukadiono menjelaskan, KKN tahun ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, KKN dilaksanakan di tengah suasana pandemi COVID-19. Terkait kondisi tersebut, maka lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) UMSurabaya, sebagai lembaga pelaksana menetapkan KKN yang berbasis domisili mahasiswa.
"Hal tersebut bertujuan untuk mencegah perpindahan mahasiswa antar kabupaten, provinsi bahkan antar negara ke satu titik yang sangat beresiko tehadap persebaran COVID-19,"ujarnya.
KKN di era pandemi berbasis domisili ini, lanjut Sukadiono, diikuti oleh 1001 mahasiswa yang tersebar di berbagai wilayah. Mereka ada di propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Papua Barat, NTB, NTT, Bali, Riau, dan beberapa propinsi lainnya. Peserta KKN terjauh berasal dari Thailand.
Dalam program KKN di Era Pandemi ini, mahasiswa diwajibkan untuk membuat program wajib serta program tambahan. Yaitu program wajib terkait pecegahan persebaran COVID-19. Program tambahan terkait dengan pembuatan teknologi tepat guna (TTG) atau pendampingan UMKM yang terkena dampak COVID-19.
(mpw)
Lihat Juga :