Pembukaan Sekolah di Zona Kuning Terlalu Berisiko bagi Siswa
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
Dia memaparkan sekolah yang akan melaksanakan KBM tatap muka itu harus membeli thermo gun, membuat wastafel, menyediakan sabun dan hand sanitizer, dan masker. Penggunaan masker itu harus diganti setiap hari. Jika tidak, malah akan berbahaya bagi kesehatan. (Baca juga: Menteri Agama Bolehkan Madrasah Belajar Tatap Muka )
“Misal ini, bagi orang tua yang mempunyai rezeki banyak dan mampu membelikan masker yang lebih bagus. Ada temannya mengatakan maskermu bagus, coba pinjam. Kalau seandainya terjadi seperti itu bahaya,” tuturnya.
Sekolah memang mendapatkan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Namun, besarannya tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan protokol kesehatan dalam jangka waktu panjang.
Heru mengungkapkan dalam sebuah diskusi perwakilan sekolah swasta terkemuka di Jakarta menyatakan tidak memiliki anggaran untuk memenuhi protokol kesehatan. Untuk melaksanakan KBM tatap muka, menurutnya, sekolah harus melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) kepada para guru dan seluruh stafnya.
Selain itu, sekolah dan para orang tua harus memastikan kondisi anak sehat atau bebas dari COVID-19. “Itu biaya yang tinggi. Sementara itu, penghasilan orang tua banyak (terpukul) karena kondisi ekonominya sedang seperti ini,” pungkasnya.
“Misal ini, bagi orang tua yang mempunyai rezeki banyak dan mampu membelikan masker yang lebih bagus. Ada temannya mengatakan maskermu bagus, coba pinjam. Kalau seandainya terjadi seperti itu bahaya,” tuturnya.
Sekolah memang mendapatkan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Namun, besarannya tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan protokol kesehatan dalam jangka waktu panjang.
Heru mengungkapkan dalam sebuah diskusi perwakilan sekolah swasta terkemuka di Jakarta menyatakan tidak memiliki anggaran untuk memenuhi protokol kesehatan. Untuk melaksanakan KBM tatap muka, menurutnya, sekolah harus melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) kepada para guru dan seluruh stafnya.
Selain itu, sekolah dan para orang tua harus memastikan kondisi anak sehat atau bebas dari COVID-19. “Itu biaya yang tinggi. Sementara itu, penghasilan orang tua banyak (terpukul) karena kondisi ekonominya sedang seperti ini,” pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :