5 Contoh Cerita Fabel Singkat untuk Anak, Penuh dengan Pesan Moral

Jum'at, 15 Desember 2023 - 20:49 WIB
loading...
5 Contoh Cerita Fabel...
Cerita Fabel merupakan cerita tentang kehidupan binatang yang memiliki perilaku dan kehidupan selayaknya manusia. Foto/SINDOnews.
A A A
JAKARTA - Pada waktu kecil kita pasti pernah mendengar Cerita Fabel, si Kancil, Tiga Babi Kecil, Monyet yang rakus, dan masih banyak lagi. Cerita Fabel merupakan cerita tentang kehidupan binatang yang memiliki perilaku dan kehidupan selayaknya manusia, sehingga cerita ini termasuk ke dalam cerita fiksi.

Meskipun dinilai sebagai cerita yang fiksi, cerita Fabel bukan merupakan karya tulis yang tidak memiliki tujuan tertentu. Cerita Fabel ini merupakan bentuk representasi kehidupan manusia berdasarkan imajinasi sang penulis, sehingga ditemukan aktivitas, pola pikir, kegiatan, yang sama seperti manusia. Oleh sebab itu, cerita Fabel juga mengandung pesan moral yang berguna bagi siapapun yang membaca.

Baca juga: Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Cerpen dan Contohnya

Berikut merupakan 8 Contoh Cerita Fabel, yang dirangkum dari berbagai sumber.

5 Contoh Cerita Fabel

1. Gajah yang Baik Hati


Siang hari itu suasana hutan sangat terik. Tempat tinggal si Kancil, Gajah, dan hewan lainnya seakan terbakar. Kancil kehausan sambil terus berjalan mencari air.

Di tengah perjalanan dia melihat kolam air yang sangat jernih. Tanpa pikir panjang dia langsung terjun ke dalam kolam. Tindakan Kancil sangat ceroboh, dia tidak berpikir bagaimana cara ke atas. Beberapa kali Kancil mencoba untuk memanjat, tetapi ia tidak bisa sampai ke atas. Si Kancil tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya berteriak meminta tolong.

Teriakan si Kancil ternyata terdengar oleh si Gajah yang kebetulan melewati tempat itu. “Hai, siapa yang ada di kolam itu?”

“Aku … Si Kancil, sahabatmu.”

Kancil terdiam sesaat, mencari akal agar Gajah mau menolongnya, “Tolong aku mengangkat ikaan ini.”

“Yang benar kau mendapat ikan?”

“Benar … benar! Aku mendapatkan ikan yang sangat besar!”

Gajah berpikir sejenak. Bisa saja ia turun ke bawah dengan mudah tetapi bagaimana jika naiknya nanti.

“Kau mau memanfaatkanku ya, Cil? Kau akan menipuku untuk kepentingan dan keselamatanmu?” tanya Gajah.

Kancil hanya terdiam, “Sekali-sekali kamu harus diberi pelajaran,” kata Gajah sambil meninggalkan tempat itu. Gajah tidak mendengarkan teriakan Kancil. Ia mulai putus asa.

Semakin lama berada di tempat itu, Kancil mulai merasa kedinginan. Hingga menjelang sore tidak ada seekor binatang yang mendengar teriakannya.

Baca juga: 70 Contoh Majas Simile, Singkat dan Mudah Dimengerti

“Aduh gawat! Aku benar-benar akan kaku di tempat ini,” dia berpikir apakah ini karma karena dia sering menjahili teman-temannya.
Tidak lama kemudian, tiba-tiba Gajah muncul kembali.. Kancil meminta tolong kembali.
“Tolong aku, aku berjanji tidak akan jail lagi.”
“Janji?” Gajah menekankan.
“Sekarang apakah kamu sudah sadar? Dan akan berjanji tidak akan menipu, jahil, iseng dan merugikan binatang lain?’’
“Benar Pak Gajah, saya benar-benar berjanji.’’ Gajah menjulurkan belalainya yang panjang untuk menangkap Kancil dan mengangkatnya ke atas.
“Terima kasih, Pak Gajah! Saya tidak akan pernah melupakan kebaikanmu ini” ujar kancil saat sudah sampai di atas.
Sejak itu, Kancil menjadi binatang yang sangat baik. Ia tidak lagi berbuat iseng seperti yang pernah ia lakukan pada binatang lain. Memang kita harus berhati-hati kalau bertindak. Jika tidak hati-hati akan celaka. Jika kita hati-hati kita akan selamat. Bahkan bisa menyelamatkan orang lain.

2. Anak kambing yang Cerdik


Ibu kambing tinggal bersama anaknya di dalam hutan. Suatu hari, ibu kambing mau pergi ke suatu tempat. Ia berpesan agar anaknya tidak membuka pintu rumah, kecuali untuk ibunya.

Agar anaknya tidak salah mengenali, ibu kambing mengajarkan sebuah lagu. Jika lagu itu dinyanyikan di depan pintu, berarti ibu kambinglah yang datang. Tetapi, tanpa mereka ketahui, ternyata serigala ikut mendengarkan lagu itu.

Baca juga: 10 Jenis Pantun yang Perlu Diketahui Beserta Pengertian dan Contohnya

Ibu kambing akhirnya pergi. Serigala segera datang ke depan pintu. Ia menyanyikan lagu yang didengarnya tadi. Mendengar lagu itu, anak kambing menjadi ragu. Bukankah ibunya baru saja pergi? Kok ibunya sudah kembali? Suara yang didengarnya juga tidak seperti suara ibunya. Haruskah ia membuka pintu?

Tetapi anak kambing tidak segera membuka pintu. Ia mengintip lewat celah di bawah pintu, dan melihat sepasang kaki milik serigala, Anak kambing segera berteriak.

Serigala takut teriakan anak kambing itu akan membuat binatang lain berdatangan. Dengan ketakutan, serigala pun segera pergi dari sana. Untunglah anak kambing tidak membuka pintu dan dengan cerdik memeriksa dulu siapa yang datang.

3. Persahabatan Semut dan Merpati


Suatu hari, seekor merpati melihat ada seekor semut yang terjatuh ke sungai. Semut itu berjuang sangat keras untuk berenang supaya tidak tenggelam. Melihat hal itu, Merpati tak hanya diam saja. Ia segera memetik sehelai daun di atas pohon dan dijatuhkannya ke atas sungai dekat dengan posisi semut yang hampir tenggelam.

“Semut, cepat berenang dan naiklah ke atas daun ini!” teriak Merpati.
Semut lantas berenang menuju daun dan naik di atasnya. Semut akhirnya selamat dan tidak tenggelam di sungai.
“Terima kasih, Merpati! Kau telah menyelamatkan nyawaku!” ujar Semut.
“Sama-sama, Semut!” ujar Merpati.
Sejak saat itu, Semut dan Merpati pun menjadi sahabat.

Baca juga: Pengertian Teks Cerita Sejarah, Ciri, Struktur, dan Contohnya

Beberapa hari berikutnya, Semut yang sedang berjalan melihat sahabatnya, Si Merpati, sedang terbang dan hinggap di atas ranting pohon. Tiba-tiba, datang seorang pemburu yang langsung mengarahkan senapannya kepada Merpati. Semut yang ingin menyelamatkan Merpati, langsung menggigit kaki Si Pemburu. Pemburu tersebut kesakitan dan senapannya pun menembak melesat jauh dari Merpati.

Merpati yang terkejut langsung terbang dan melihat sahabatnya Semut yang sedang menggigit kaki Pemburu. Merpati pun selamat dari bidikan pemburu.
Kemudian, Merpati berucap, “Terima kasih ya, Semut! Kau telah menyelamatkan nyawaku!”
Semut pun menjawab, “Terima kasih kembali, Merpati!”

4. Gagak yang Cerdik


Di suatu siang yang terik, seekor burung gagak merasa sangat kehausan. Tiba-tiba, saat ia terbang, ia melihat ada sebuah teko yang berisi sedikit air di sebuah kebun. Ia pun segera turun untuk meminum air di dalam teko tersebut.

Setelah melihat ke dalam teko, ternyata paruh Gagak tidak bisa menjangkau air di dalamnya. Ia pun berpikir dan berusaha mencari cara agar bisa meminum air di dalam teko tersebut.

Baca juga: 15 Contoh Teks Negosiasi dalam Keluarga, Membangun Harmoni dan Kesepakatan Bersama

Setelah berpikir, Gagak pun mendapat ide untuk memasukkan beberapa kerikil ke dalam teko satu demi satu. Usahanya pun berbuah manis. Air di dalam teko perlahan naik ke permukaan dan Gagak pun dapat dengan mudah untuk meminum air tersebut. Gagak pun sudah tidak kehausan lagi setelah berhasil meminum air di teko tersebut.

5. Katak dan Kerbau


Seekor kerbau pergi menuju sebuah kolam yang ditumbuhi rumput untuk minum. Ketika tubuhnya yang berat masuk ke air, ia menginjak seekor Katak muda di dalam lumpur. Si Katak tua heran kenapa katak kecil itu tidak juga pulang, dan ia bertanya pada anak-anaknya yang lain.

"Seekor monster besar," kata salah satu, "menginjak adik kami dengan kakinya yang besar!"
"Wah, besar ya?" kata si Katak tua sambil menggeleng bungkan diri. "Apakah dia sebesar ini?" "Oh, jauh lebih besar!" teriak mereka.

Baca juga: 10 Bahasa Resmi UNESCO, Ada Indonesia yang Makin Diakui Dunia

Si Katak menggelembungkan diri kembali.
"Ia tak mungkin lebih besar dari ini," katanya. Tapi anak-anak katak itu semuanya bilang bahwa monster itu amat jauh lebih besar, sehingga si katak terus saja menggelembungkan dirinya, lagi dan lagi, sampai akhirnya ia meletus.

Demikian 5 contoh cerita fabel, semoga menambah wawasan bagi pembaca setia SINDOnews.

MG/Miracle Tania
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sahur atau Saur? Ini...
Sahur atau Saur? Ini 10 Kata Baku Seputar Ramadan dengan Penulisan Sesuai KBBI
Hasil TKA 2025 Ungkap...
Hasil TKA 2025 Ungkap Karakter Sosial dan Literasi Murid SMA/SMK Indonesia Kian Kuat
2 Mata Pelajaran yang...
2 Mata Pelajaran yang Bakal Diujikan di TKA SD dan SMP 2026
Universitas Al-Azhar...
Universitas Al-Azhar Kairo Resmikan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia
Inovasi Belajar Digital...
Inovasi Belajar Digital untuk Anak Usia Dini, Bikin Belajar Jadi Lebih Menyenangkan
Bahasa Indonesia Resmi...
Bahasa Indonesia Resmi Dipakai di Sidang Umum UNESCO, Mendikdasmen Bacakan Pantun
Sambut Prabowo, Macron...
Sambut Prabowo, Macron Gunakan Bahasa Indonesia
Uji Materiil UU Bahasa,...
Uji Materiil UU Bahasa, Ahli Hukum: Perjanjian yang Dibuat Hanya Dalam Bahasa Asing Tidak Sah
Daftar Nilai Rerata...
Daftar Nilai Rerata TKA 2025 Tiap Provinsi, Yogyakarta Tertinggi untuk Skor Matematika
Rekomendasi
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Rayakan 70 Juta Streaming...
Rayakan 70 Juta Streaming ‘Masa Ini, Nanti, dan Masa Indah Lainnya’, Nuca Adakan '[LAGI] Sama Nuca’
Berita Terkini
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Seminar The Future of Jakarta: JAKI Smart City Innovation & Digital Public Service, Kupas Inovasi Layanan Publik Digital
Rincian UKT Jalur Mandiri...
Rincian UKT Jalur Mandiri Unair 2026, Berapa Biaya Kuliah Prodi Pilihanmu?
Program Beasiswa Eramet...
Program Beasiswa Eramet Beyond Angkatan Perdana Resmi Ditutup
MICoCS 2026: Akademisi...
MICoCS 2026: Akademisi Dunia Kupas Tantangan AI bagi Industri Media dan Komunikasi
Lowongan Internship...
Lowongan Internship Pertamina Group 2026 Dibuka, Tersedia 400 Lebih Posisi untuk Fresh Graduate!
S2 Psikologi Unika Atma...
S2 Psikologi Unika Atma Jaya Raih Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved