Pendidikan Vokasi Harus Mampu Menjawab Tantangan Dunia Kerja Masa Depan

Minggu, 17 Desember 2023 - 15:32 WIB
loading...
Pendidikan Vokasi Harus...
Talkshow Relevansi Pendidikan Vokasi dengan Pekerjaan Masa Depan di acara Vokasifest x Festival Kampus Merdeka (FKM) 2023. Foto/BKHM.
A A A
JAKARTA - Pendidikan vokasi harus beradaptasi dengan bergerak cepat menyesuaikan diri dengan tantangan dan kebutuhan dunia kerja masa kini maupun di masa depan. Hal ini penting untuk menyiapkan SDM berkompeten.

Menurut Pakar Pemasaran sekaligus Founder and Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya, perubahan yang begitu cepat di era industri saat ini maupun di masa depan tidak akan dapat ditolak.

“Di dunia marketing, saya baru saja menyelesaikan buku Marketing Era 6.0, itu artinya semua bidang akan terus berkembang, mulai dari ilmu pengetahuan hingga teknologi akan terus melaju pesat,” kata Hermawan, melalui siaran pers, Minggu (17/12/2023).

Baca juga: Keren, SMKN 2 Salatiga Buat Kursi Kereta Api Kelas Eksekutif

Pada sesi talkshow bertema “Relevansi Pendidikan Vokasi dengan Pekerjaan Masa Depan” di acara Vokasifest x Festival Kampus Merdeka (FKM) 2023, dia menjelaskan, pendidikan vokasi dinilai jangan hanya mengejar kecakapan teknologi semata. Namun juga harus dibekali dengan keterampilan dasar.

Keterampilan dasar ini seperti kepemimpinan, disiplin, dan sebagainya agar mampu menjadi solusi bagi tantangan dunia kerja masa depan.

Hermawan menambahkan bahwa tidak ada cara lain bagi setiap individu untuk terus belajar dan memperbarui kompetensi mereka.

Menurutnya Indonesia perlu memperkuat pendidikan vokasi agar terus mampu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang relevan dengan perkembangan zaman. Urgensi tersebut semakin menguat di tengah bonus demografi yang kini sedang dirasakan oleh Indonesia.

Baca juga: 6 Perguruan Tinggi yang Punya Jurusan Kuliah Game di Indonesia, Ini Kampus Terbaiknya

“Pendidikan vokasi memiliki peran penting dan mempunyai prospek yang bagus sebagai solusi untuk menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja yang terampil dan kompeten. Pandangan saya saat ini pendidikan vokasi telah mengacu pada penguasaan keahlian tertentu,” ujarnya.

Salah satu alumni pendidikan vokasi yang kini sukses mendirikan perusahaan sendiri, sekaligus menjadi pembicara sesi talkshow, Arfian Fuadi, mengatakan bahwa pendidikan vokasi menjadi harapan yang penting bagi Indonesia untuk bergerak maju dan lepas dari streotip negara berpenghasilan menengah.

“Untuk menjadi negara maju kita harus menjadi negara industri. Untuk menjadi negara industri, vokasi adalah kunci utamanya,” kata Arfian yang merupakan pendiri D’Tech Engineering, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang teknologi dan telah membantu banyak SMK di Indonesia.

Dari pengalamannya sebagai profesional maupun sebagai pengusaha, Arfian melihat pasar-pasar tenaga kerja selalu berkembang. Menurutnya, saat ini pasar kerja telah dipenuhi oleh tenaga kerja dengan keterampilan bidang pekerjaan baru seperti teknologi, robotika dan sebagainya.

“Di masa depan, mungkin pasar kerja akan membutuhkan ketrampilan lebih bidang-bidang tersebut, penting untuk kita agar terus bergerak maju, beradaptasi dengan cepat, dan meningkatkan ketrampilan lain merespon perkembangan di dunia industri,” ucap Arfian yang juga merupakan alumni SMKN 7 Semarang, Jawa Tengah.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UKT dan Uang Pangkal...
UKT dan Uang Pangkal Jalur Mandiri Vokasi Undip 2026, Tes Online dari Rumah
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Buka 5 Prodi Baru, Siapkan Lulusan Siap Kerja
Cek Rasio Keketatan...
Cek Rasio Keketatan 14 Jurusan SV Unpad di SNBT 2026, Ini Daftarnya
MNC University dan BPSDMI...
MNC University dan BPSDMI Kemenperin Teken MoU di PIDI 4.0, Perkuat SDM Industri Berbasis Digital dan Vokasi
Stakeholder Meeting...
Stakeholder Meeting 2026, Politeknik STIA LAN Jakarta Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi
Mendiktisaintek: Politeknik...
Mendiktisaintek: Politeknik Cetak Skilled Labor Siap Bersaing di Pasar Kerja Global
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
SGU-Endress+Hauser Kembangkan...
SGU-Endress+Hauser Kembangkan Talenta melalui Beasiswa, Magang, dan Program Vokasi
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Rekomendasi
Dorong Kemandirian,...
Dorong Kemandirian, UMB Asah Kreativitas Siswa Disabilitas lewat Ekonomi Kreatif
Bahlil Heran Pasokan...
Bahlil Heran Pasokan Batu Bara ke PLN Habis di Tengah Tahun, Pengusaha Dilarang Ekspor!
Menekraf Teuku Riefky...
Menekraf Teuku Riefky Dorong Musisi Lokal Eksis di Panggung Global
Berita Terkini
Rekrutmen Penggerak...
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Resmi Diperpanjang, Daftar di Link Ini
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Tak Kenal Menyerah,...
Tak Kenal Menyerah, Maryanti Jadi Lulusan Terbaik UNY 2026 Meski Kuliah Sambil Berwirausaha
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
ITS Tembus Peringkat...
ITS Tembus Peringkat 101-200 Besar Dunia di THE Impact Ratings 2026
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved