Banyak Ponpes Mati Suri, Pemerintah Harus Bangkitkan Pendidikan Pesantren
Senin, 10 Agustus 2020 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Politisi dari Partai Demokrat ini juga menyoroti soal pendidikan secara daring atau online yang selama ini dilakukan lembaga pendidikan. Menurutnya, pendidikan secara daring banyak kekurangan dan sistemnya juga harus diperbaiki.
"Kita kan tahu tidak semua anak-anak itu punya HP, laptop, dan alat daring lainnya. Termasuk wifi dan kuota internet punya atau tidak, banyak blank spot. Saya tahu pasti dan itu harus menjadi perhatian serius pemerintah," ungkapnya.
Syarief Hasan juga mengingatkan pemerintah tentang biaya pendidikan secara online yang tidak sedikit. Dia mencontohkan, setiap siswa yang mengikuti pendidikan daring minimal harus memiliki kuota internet dan gawai. Tanpa itu, siswa tidak akan bisa mengikuti pelajaran.
"Itu juga harus menjadi perhatian pemerintah. Bayangkan saja kalau setiap murid harus mengeluarkan Rp200 ribu per bulan, itu dari mana uangnya. iya kan? itu harus secepatnya kita sikapi. Saya rasa stimulus untuk dunia pendidikan sangat perlu," tambahnya.
Pihaknya selaku wakil rakyat mengaku memiliki tanggung jawab membantu dunia pendidikan. "Saya rasa, bencana ini adalah tanggung jawab kita semua sebagai satu bangsa termasuk MPR. Untuk itulah, kami terus mendorong dan mendukung segala upaya pemerintah dalam mengatasi, serta melakukan berbagai koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar dampak kepada masyarakat bisa segera teratasi," ujarnya.
"Kita kan tahu tidak semua anak-anak itu punya HP, laptop, dan alat daring lainnya. Termasuk wifi dan kuota internet punya atau tidak, banyak blank spot. Saya tahu pasti dan itu harus menjadi perhatian serius pemerintah," ungkapnya.
Syarief Hasan juga mengingatkan pemerintah tentang biaya pendidikan secara online yang tidak sedikit. Dia mencontohkan, setiap siswa yang mengikuti pendidikan daring minimal harus memiliki kuota internet dan gawai. Tanpa itu, siswa tidak akan bisa mengikuti pelajaran.
"Itu juga harus menjadi perhatian pemerintah. Bayangkan saja kalau setiap murid harus mengeluarkan Rp200 ribu per bulan, itu dari mana uangnya. iya kan? itu harus secepatnya kita sikapi. Saya rasa stimulus untuk dunia pendidikan sangat perlu," tambahnya.
Pihaknya selaku wakil rakyat mengaku memiliki tanggung jawab membantu dunia pendidikan. "Saya rasa, bencana ini adalah tanggung jawab kita semua sebagai satu bangsa termasuk MPR. Untuk itulah, kami terus mendorong dan mendukung segala upaya pemerintah dalam mengatasi, serta melakukan berbagai koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar dampak kepada masyarakat bisa segera teratasi," ujarnya.
(mpw)
Lihat Juga :