Orang Tua Siswa SMAN Mojosari Keluhkan Besarnya Iuran Sekolah
Selasa, 11 Agustus 2020 - 06:46 WIB
loading...
Puluhan wali murid SMAN 1 Mojosari, Mojokerto melakukan audiensi dengan pihak sekolah. Mereka mengeluhkan pungutan sekolah sebesar Rp850 ribu. Foto/SINDOnews/Tritus Julan
A
A
A
MOJOKERTO - Puluhan wali murid mendatangi SMAN 1 Mojosari, Kabupaten Mojokerto . Mereka mengeluhkan kebijakan pungutan sebesar Rp850 ribu yang dikeluarkan oleh pihak sekolah di tengah Pandemi COVID-19.
Pantauan di lokasi, para wali murid ini tiba di sekolah sekira pukul 10.00 WIB. Puluhan orang tua siswa ini diterima pihak sekolah dan langsung menggelar audiensi. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah perwakilan orang tua wali murid mengeluhkan pungutan sebesar Rp850 ribu. Apalagi saat ini dalam kondisi pandemi COVID-19.
"Kami merasa keberatan dan merasa tidak mampu (membayar pungutan tersebut). Apalagi saat ini masih kondisi pandemi Covid-19. Kami tidak setuju dengan kesepakatan kemarin, karena merasa terlalu banyak tarikannya," kata salah satu perwakilan wali murid, Agus Susanto, Senin (10/8). (Baca juga: Uang Pangkal Rp15-250 Juta, Peminat Seleksi Mandiri Unpad Capai 40.000 Orang )
Pria yang anaknya kini duduk di bangku kelas XI SMAN 1 Mojosari ini menuturkan, kebijakan pungutan yang dibebankan kepada orang tua siswa ini dirasa terlalu memberatkan. Sesuai dengan edaran yang diterima pada 6 Agustus 2020, setiap siswa mulai dari kelas X sampai XII dikenakan pungutan sebesar Rp850 ribu.
"Rinciannya Rp250 sumbangan orang tua untuk peningkatan mutu pendidikan tiap bulan dan Rp600 ribu untuk biaya pembangunan Sport Center. Dari hasil audensi ini dikembalikan ke wali murid masing-masing. Artinya hasil kesepakatan bisa diangsur. Dan bagi yang tidak mampu bisa mengajukan keringanan," tegasnya.
Pantauan di lokasi, para wali murid ini tiba di sekolah sekira pukul 10.00 WIB. Puluhan orang tua siswa ini diterima pihak sekolah dan langsung menggelar audiensi. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah perwakilan orang tua wali murid mengeluhkan pungutan sebesar Rp850 ribu. Apalagi saat ini dalam kondisi pandemi COVID-19.
"Kami merasa keberatan dan merasa tidak mampu (membayar pungutan tersebut). Apalagi saat ini masih kondisi pandemi Covid-19. Kami tidak setuju dengan kesepakatan kemarin, karena merasa terlalu banyak tarikannya," kata salah satu perwakilan wali murid, Agus Susanto, Senin (10/8). (Baca juga: Uang Pangkal Rp15-250 Juta, Peminat Seleksi Mandiri Unpad Capai 40.000 Orang )
Pria yang anaknya kini duduk di bangku kelas XI SMAN 1 Mojosari ini menuturkan, kebijakan pungutan yang dibebankan kepada orang tua siswa ini dirasa terlalu memberatkan. Sesuai dengan edaran yang diterima pada 6 Agustus 2020, setiap siswa mulai dari kelas X sampai XII dikenakan pungutan sebesar Rp850 ribu.
"Rinciannya Rp250 sumbangan orang tua untuk peningkatan mutu pendidikan tiap bulan dan Rp600 ribu untuk biaya pembangunan Sport Center. Dari hasil audensi ini dikembalikan ke wali murid masing-masing. Artinya hasil kesepakatan bisa diangsur. Dan bagi yang tidak mampu bisa mengajukan keringanan," tegasnya.
Lihat Juga :