Orang Tua Siswa SMAN Mojosari Keluhkan Besarnya Iuran Sekolah
Selasa, 11 Agustus 2020 - 06:46 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Mojosari Ibnu Mudzakir mengaku ada kesalahpahaman antara pihak sekolah dengan beberapa orang tua murid. Terkait dengan iuran yang dibebankan ke wali murid sebesar Rp850 yang sudah disepakati pihak komite sekolah dan juga perwakilan wali murid. (Baca juga: Siap-siap! Kompetisi Sains Nasional Jenjang SMA Dimulai Secara Daring )
"Karena tingkat kepahaman setiap orang tua beda-beda sehingga ini yang terjadi. Intinya mereka meminta adanya mekanisme keringanan dan pembebasanya," terangnya
Menurutnya iuran sebesar Rp850 ribu yang dibebankan kepada orang tua murid sudah melalui kesepakatan pihak komite sekolah dan perwakilan dari para orang tua. Yakni perwakilan wali murid mulai kelas X sampai kelas XII. Sehingga, besaran pungutan tersebut sudah ditentukan secara musyarawah oleh pihak komite sekolah dan wali murid.
"Kemarin yang ikut rapat ada 183 orang. Ini perwakilan dari paguyuban bersama komite sekolah dengan mensepakati iuran sebesar Rp600 untuk sumbangan gedung dan Rp250 ribu untuk SOPP," terang Ibnu.
Iuran ini, lanjut Ibnu digunakan untuk kebutuhan sekolah. Meski saat ini masih pendemi, namun kegiatan sekolah masih terus berjalan. Iuran ini juga untuk kesejahteraan guru Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Guru Tidak Tetap (GTT) yang selama ini mengajar di sekolah tersebut.
"Karena tingkat kepahaman setiap orang tua beda-beda sehingga ini yang terjadi. Intinya mereka meminta adanya mekanisme keringanan dan pembebasanya," terangnya
Menurutnya iuran sebesar Rp850 ribu yang dibebankan kepada orang tua murid sudah melalui kesepakatan pihak komite sekolah dan perwakilan dari para orang tua. Yakni perwakilan wali murid mulai kelas X sampai kelas XII. Sehingga, besaran pungutan tersebut sudah ditentukan secara musyarawah oleh pihak komite sekolah dan wali murid.
"Kemarin yang ikut rapat ada 183 orang. Ini perwakilan dari paguyuban bersama komite sekolah dengan mensepakati iuran sebesar Rp600 untuk sumbangan gedung dan Rp250 ribu untuk SOPP," terang Ibnu.
Iuran ini, lanjut Ibnu digunakan untuk kebutuhan sekolah. Meski saat ini masih pendemi, namun kegiatan sekolah masih terus berjalan. Iuran ini juga untuk kesejahteraan guru Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Guru Tidak Tetap (GTT) yang selama ini mengajar di sekolah tersebut.
Lihat Juga :