DPR Anggap Tiga Opsi Kurikulum Darurat Pendidikan Membingungkan
Rabu, 12 Agustus 2020 - 08:10 WIB
loading...
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda. Foto/ Abdul Rochim
A
A
A
JAKARTA - Tiga opsi kurikulum pendidikan darurat yang diterbitkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim di tengah pandemi Corona saat ini dinilai membingungkan.
Kurikulum darurat Corona ini dikeluarkan berdasarkan Keputusan Mendikbud Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Kepmen itu diteken Nadiem Makarim pada 4 Agustus 2020.
Kurikulum ini dikeluarkan untuk memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Tiga opsi tersebut yakni pertama, tetap mengacu pada Kurikulum Nasional, menggunakan kurikulum darurat; dan ketiga, melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri. (Baca juga: Seleksi CPNS 2021 Akan Dibuka dengan Formasi Terbatas )
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengatakan, kalau mau didebatkan opsi kurikulum yang terlalu banyak memang membingungkan, terutama bagi kalangan bawah.
"Jangan diberi banyak opsi. Semestinya sudah, kalau mau buat highlight yang besar, guidance besar ya udah itu aja. Jadi memang banyak opsi ini sebenarnya tidak apa ya, relatif tidak match dengan tipologi dan karakter masyarakat Indonesia," kata Huda dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2020).
Kurikulum darurat Corona ini dikeluarkan berdasarkan Keputusan Mendikbud Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Kepmen itu diteken Nadiem Makarim pada 4 Agustus 2020.
Kurikulum ini dikeluarkan untuk memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Tiga opsi tersebut yakni pertama, tetap mengacu pada Kurikulum Nasional, menggunakan kurikulum darurat; dan ketiga, melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri. (Baca juga: Seleksi CPNS 2021 Akan Dibuka dengan Formasi Terbatas )
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengatakan, kalau mau didebatkan opsi kurikulum yang terlalu banyak memang membingungkan, terutama bagi kalangan bawah.
"Jangan diberi banyak opsi. Semestinya sudah, kalau mau buat highlight yang besar, guidance besar ya udah itu aja. Jadi memang banyak opsi ini sebenarnya tidak apa ya, relatif tidak match dengan tipologi dan karakter masyarakat Indonesia," kata Huda dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2020).
Lihat Juga :