Ahli Gizi Unair, Risiko Stunting Disebabkan Anemia Saat Hamil dan Asap Rokok
Rabu, 12 Agustus 2020 - 08:40 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan pada perkembangan motorik, katanya, bayi memiliki skor motorik lebih rendah 6,8 poin dibandingkan bayi tanpa paparan. “Semua ini terjadi pada bayi yang terpapar asap rokok saat kehamilan hingga usia enam bulan dan ditambah ibu mengalami anemia saat kehamilan,” ucapnya. (Baca juga: Positif Covid-19 Bertambah 1.693 Kasus, Total Meninggal 5.824 orang )
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 163 ibu hamil di tujuh puskesmas di Jakarta, diketahui sepertiga ibu hamil mengalami anemia. Sedangkan sepertiga bayi terpapar asap rokok dan kurang dari 10 persen bayi terpapar keduanya. Selain itu, seperempat bayi juga mengalami risiko perkembangan motorik yang lambat.
Hasil penelitian ini tentu saja menjadi sinyal kurang baik bagi upaya penurunan stunting yang tengah dicanangkan oleh pemerintah. Pihaknya menyarankan perlunya integrasi program pengendalian rokok dengan program kesehatan ibu anak. Khususnya pada ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun dalam upaya memenuhi target penurunan stunting di Indonesia.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 163 ibu hamil di tujuh puskesmas di Jakarta, diketahui sepertiga ibu hamil mengalami anemia. Sedangkan sepertiga bayi terpapar asap rokok dan kurang dari 10 persen bayi terpapar keduanya. Selain itu, seperempat bayi juga mengalami risiko perkembangan motorik yang lambat.
Hasil penelitian ini tentu saja menjadi sinyal kurang baik bagi upaya penurunan stunting yang tengah dicanangkan oleh pemerintah. Pihaknya menyarankan perlunya integrasi program pengendalian rokok dengan program kesehatan ibu anak. Khususnya pada ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun dalam upaya memenuhi target penurunan stunting di Indonesia.
(mpw)
Lihat Juga :