Teliti Politik Muslim di Indonesia, Istiqomah Raih Gelar Doktor
Rabu, 12 Agustus 2020 - 13:46 WIB
loading...
A
A
A
Sejumlah peneliti berpendapat lebih dari satu dimensi diperlukan untuk menjelaskan struktur sikap politik warga negara.
Ideologi adalah seperangkat sikap yang saling terkait antara nilai, dan kepercayaan, kognitif, afektif, dan sifat motivasional. Beberapa penelitian telah menemukan motivasi epistemik sebagai disposisi ideologi politik.
Motivasi epistemik didefinisikan sebagai dorongan untuk motivasi pribadi untuk mengurangi ketidakpastian dunia sosial yang mengancam, ambigu, dan kompleks.
Peningkatan perasaan ketidakpastian diketahui dengan mengukur kebutuhan akan penutupan kognitif (need for cognitive closure). Orientasi pribadi seperti otoritarianisme sayap kanan atau right wing authoritarianism (RWA) dan social dominance orientation (SDO) juga telah terbukti memprediksi ideologi politik.
Individu dengan skor yang lebih tinggi dalam RWA cenderung melihat dunia sebagai tempat yang berbahaya sedangkan individu dengan skor yang lebih tinggi di SDO cenderung melihat dunia sebagai tempat yang penuh persaingan antar kelompok.
Selain faktor psikologi, faktor agama diduga dapat menjadi faktor disposisi ideologi politik karena agama dan politik mempunyai akar kebutuhan psikologi yang sama dan ditemukan agama berkorelasi dengan need cognitive closure, dan dogmatism.
"Penelitian ini bertujuan menyelidiki secara empiris apakah komunitas Muslim di Indonesia mengelompok lebih dari satu kelompok politik tunggal. Penulis menduga kompeksitas ideologi politik Muslim berdasarkan sikap politik dan faktor diposisinya (faktor psikologi dan faktor agama)," tulis situs ui.ac.id.
Ideologi adalah seperangkat sikap yang saling terkait antara nilai, dan kepercayaan, kognitif, afektif, dan sifat motivasional. Beberapa penelitian telah menemukan motivasi epistemik sebagai disposisi ideologi politik.
Motivasi epistemik didefinisikan sebagai dorongan untuk motivasi pribadi untuk mengurangi ketidakpastian dunia sosial yang mengancam, ambigu, dan kompleks.
Peningkatan perasaan ketidakpastian diketahui dengan mengukur kebutuhan akan penutupan kognitif (need for cognitive closure). Orientasi pribadi seperti otoritarianisme sayap kanan atau right wing authoritarianism (RWA) dan social dominance orientation (SDO) juga telah terbukti memprediksi ideologi politik.
Individu dengan skor yang lebih tinggi dalam RWA cenderung melihat dunia sebagai tempat yang berbahaya sedangkan individu dengan skor yang lebih tinggi di SDO cenderung melihat dunia sebagai tempat yang penuh persaingan antar kelompok.
Selain faktor psikologi, faktor agama diduga dapat menjadi faktor disposisi ideologi politik karena agama dan politik mempunyai akar kebutuhan psikologi yang sama dan ditemukan agama berkorelasi dengan need cognitive closure, dan dogmatism.
"Penelitian ini bertujuan menyelidiki secara empiris apakah komunitas Muslim di Indonesia mengelompok lebih dari satu kelompok politik tunggal. Penulis menduga kompeksitas ideologi politik Muslim berdasarkan sikap politik dan faktor diposisinya (faktor psikologi dan faktor agama)," tulis situs ui.ac.id.
Lihat Juga :