Gandeng Siswa SMK dan Mahasiswa, Revitalisasi KCBN Muara Jambi Dilakukan Secara Terintegrasi
Sabtu, 03 Februari 2024 - 18:02 WIB
loading...
Salah satu Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi yang akan dilakukan revitalisasi adalah kompleks Candi Kedaton. Foto/wahyono
A
A
A
JAMBI - Revitalisasi KCBN Muara Jambi diakukan secara terintegrasi dengan melibatkan siswa SMK maupun mahasiswa dalam Program Merdeka Belajar. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sedang berupaya merevitalisasi Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi di tepi Sungai Batanghari, Provinsi Jambi.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah V Agus Widiatmoko mengatakan, pelaksanaan revitalisasi KCBN Muara Jambi akan dilakukan secara terintegrasi antara upaya pelestarian dengan program pendidikan, baik program Merdeka Belajar untuk anak-anak SMK maupun kampus Merdeka di kalangan mahasiswa.
“Untuk mahasiswa misalnya, mereka terlibat melalui kuliah lapangan dengan ikut dalam perencanaan pemugaran dan juga eskavasi penelitian. Ini artinya di jajaran Kemendikbudristek dalam upaya revitalisasi KCBN Muara Jambi ini bukan hanya jemput bola lagi, tetapi sudah berjalan secara terintegrasi antara upaya pelestarian dan program pendidikan,” ujar Agus saat ditemui di sela-sela kunjungan ke Candi Tinggi, Candi Gempung dan Candi Kedaton yang selama ini masuk dalam kompleks KCBN Muara Jambi, Sabtu (3/2/2024)
Baca juga: BMK Ajak Generasi Muda Peduli Cagar Budaya Muara Jambi
Agus menyebutkan, revitalisasi KCBN Muara Jambi sudah dimulai tahap pertama oleh pihaknya sejak 2002. Dalam tahap ini pihaknya telah berhasil melakukan pembebasan lahan seluas 100 hektar (ha) dalam jangka waktu 7 bulan. “Ini semua bisa terjadi berkat dukungan masyarakat sekitar, dan ini mungkin baru pertama kali terjadi di Indonesia ada upaya pembebasan lahan seluas itu dengan sangat cepat,” tambah Agus
Selain pembebasan lahan, lanjut Agus, pihaknya tahun 2002 juga telah melakukan empat langkah pemugaran candi. Yang pertama yakni pemugaran Candi Teluk 1, kemudian Candi Gedong 1 serta Candi Parit Duku. Tahun 2002 juga pihaknya melakukan penataan zona antara lain di Candi Gumpung dan Candi Tinggi.
“Sebelum ditata, kita melakukan pemetaan wilayah karena zona yang kita tata ada banyak yang menjadi zona croded, karena merupakan ada zona pedagang, kemudian ada semacam area terminal, ada sepeda, bentor dan sebagainya,” tambahnya
Agus mengakui penataan yang dilakukan pihaknya juga menyasar bangunan-bangunan, termasuk dalam hal ini kantor pemerintah yang dalam pembangunannya tidak terkendali. Hasilnya saat ini kawasan-kawasan tersebut sudah tertata dengan teratur.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah V Agus Widiatmoko mengatakan, pelaksanaan revitalisasi KCBN Muara Jambi akan dilakukan secara terintegrasi antara upaya pelestarian dengan program pendidikan, baik program Merdeka Belajar untuk anak-anak SMK maupun kampus Merdeka di kalangan mahasiswa.
“Untuk mahasiswa misalnya, mereka terlibat melalui kuliah lapangan dengan ikut dalam perencanaan pemugaran dan juga eskavasi penelitian. Ini artinya di jajaran Kemendikbudristek dalam upaya revitalisasi KCBN Muara Jambi ini bukan hanya jemput bola lagi, tetapi sudah berjalan secara terintegrasi antara upaya pelestarian dan program pendidikan,” ujar Agus saat ditemui di sela-sela kunjungan ke Candi Tinggi, Candi Gempung dan Candi Kedaton yang selama ini masuk dalam kompleks KCBN Muara Jambi, Sabtu (3/2/2024)
Baca juga: BMK Ajak Generasi Muda Peduli Cagar Budaya Muara Jambi
Agus menyebutkan, revitalisasi KCBN Muara Jambi sudah dimulai tahap pertama oleh pihaknya sejak 2002. Dalam tahap ini pihaknya telah berhasil melakukan pembebasan lahan seluas 100 hektar (ha) dalam jangka waktu 7 bulan. “Ini semua bisa terjadi berkat dukungan masyarakat sekitar, dan ini mungkin baru pertama kali terjadi di Indonesia ada upaya pembebasan lahan seluas itu dengan sangat cepat,” tambah Agus
Selain pembebasan lahan, lanjut Agus, pihaknya tahun 2002 juga telah melakukan empat langkah pemugaran candi. Yang pertama yakni pemugaran Candi Teluk 1, kemudian Candi Gedong 1 serta Candi Parit Duku. Tahun 2002 juga pihaknya melakukan penataan zona antara lain di Candi Gumpung dan Candi Tinggi.
“Sebelum ditata, kita melakukan pemetaan wilayah karena zona yang kita tata ada banyak yang menjadi zona croded, karena merupakan ada zona pedagang, kemudian ada semacam area terminal, ada sepeda, bentor dan sebagainya,” tambahnya
Agus mengakui penataan yang dilakukan pihaknya juga menyasar bangunan-bangunan, termasuk dalam hal ini kantor pemerintah yang dalam pembangunannya tidak terkendali. Hasilnya saat ini kawasan-kawasan tersebut sudah tertata dengan teratur.
Lihat Juga :